Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sinergi FISIP dan FIB Unsoed Kenalkan Batik Gagrak Banyumasan kepada Generasi Muda

METROJATENG.COM, PURWOKERTO- Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) berkolaborasi menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pelestarian Membatik Gagrak Banyumasan untuk Penguatan Jatidiri Sanggar Seni Larasati di Sanggar Seni Larasati, Purwokerto, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 40 siswa dan siswi Sanggar Seni Larasati. Melalui pelatihan membatik, peserta diajak mengenal sekaligus melestarikan batik Gagrak Banyumasan sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang perlu dijaga oleh generasi muda.

Ketua Sanggar Seni Larasati, Hening Pamudi Larasati, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan membatik menjadi pengalaman berharga bagi para peserta karena tidak hanya mengajarkan teknik membatik, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap motif khas Banyumas.

“Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat bermakna bagi anak-anak Sanggar Seni Larasati. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ketua Tim Pengabdian, Exwan Andriyan Verrysaputro, menjelaskan bahwa batik bukan sekadar karya seni, melainkan media untuk menanamkan rasa bangga terhadap budaya daerah. Menurutnya, Batik Gagrak Banyumasan memiliki karakter khas yang merepresentasikan identitas masyarakat Banyumas.

“Pelestarian budaya harus dimulai dari generasi muda agar nilai-nilai lokal tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, peserta dikenalkan dengan dua motif khas Banyumasan, yakni motif Plumbon dan Jahe Rimpang. Mereka kemudian mempraktikkan seluruh tahapan membatik, mulai dari membuat pola di atas kain, mencanting menggunakan malam, proses pewarnaan, pelorotan malam, hingga penjemuran kain batik.

Tim pengabdian juga melibatkan Ashlikhatul Fuaddah dan Kilau Riksaning Ayu yang mendampingi peserta selama pelatihan berlangsung.

Selain menghasilkan karya batik, kegiatan ini menjadi sarana edukasi budaya dengan mengenalkan filosofi di balik motif-motif khas Banyumas. Melalui praktik langsung, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari jati diri masyarakat.

Kolaborasi FIB dan FISIP Unsoed bersama Sanggar Seni Larasati diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus menumbuhkan generasi muda Banyumas yang kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap kearifan lokal. (ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.