Tragedi Ambruknya Bangunan di Pesantren Sidoarjo, Kemenag Siapkan Standar Keamanan Nasional untuk Pesantren
METROJATENG.COM, JAKARTA – Tragedi ambruknya bangunan di Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang menelan puluhan korban jiwa, menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan keagamaan di Indonesia. Peristiwa memilukan itu mendorong Kementerian Agama (Kemenag) mempercepat langkah konkret dalam memperkuat sistem keselamatan dan mitigasi risiko di lingkungan pesantren.
Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menegaskan bahwa keselamatan santri dan kelayakan bangunan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pendidikan pesantren.
“Kami sangat berduka atas musibah yang menimpa para santri di Sidoarjo. Namun, duka ini juga menjadi panggilan moral bagi kita semua untuk berbenah,” tuturnya.
Basnang menjelaskan, Direktorat Pesantren akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar setiap pesantren memiliki sistem keamanan yang kokoh dan berstandar nasional. Langkah awal yang ditempuh yakni pendataan kondisi bangunan pesantren, pembinaan manajemen risiko, serta peningkatan kapasitas kelembagaan.
“Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan keagamaan memiliki standar keamanan yang memadai, agar santri dapat belajar dan tinggal dengan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengerahan dan Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia Basarnas RI, Emi Freezer, mengungkapkan hasil penelusuran awal menunjukkan kegagalan konstruksi menjadi penyebab utama ambruknya bangunan tersebut.
“Tidak adanya struktur penyangga bertahap membuat bangunan runtuh total. Ini menjadi pelajaran penting bahwa gedung pendidikan, termasuk pesantren, wajib memenuhi standar teknis dan keselamatan,” jelasnya.
Menurut Emi, tragedi di Sidoarjo tercatat sebagai bencana non-alam terbesar tahun 2025, dengan 67 santri meninggal dunia. Ia menegaskan, Basarnas akan memperkuat sinergi dengan Kemenag untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta penanggulangan risiko di lembaga pendidikan keagamaan.
Kemenag berharap kerja sama lintas sektor ini menjadi fondasi strategis bagi lahirnya pesantren yang aman, tangguh, dan berkelanjutan, tempat para santri menimba ilmu dalam suasana yang penuh perlindungan dan kasih sayang.
Comments are closed.