Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Gus Nasrul Dorong Evaluasi Tata Ruang dan Lingkungan

*Banjir Pantura Kudus–Jepara–Pati

 

METROJATENG.COM, JEPARA- Banjir yang kembali melanda wilayah Pantura Jawa Tengah, khususnya Kudus, Jepara, dan Pati, menjadi perhatian sejumlah tokoh masyarakat. Intensitas banjir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dinilai perlu disikapi secara serius melalui evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan pengelolaan lingkungan.

Mantan Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Prabowo–Gibran, Dr. KH Nasrullah Afandi, Lc., M.A. atau Gus Nasrul, menilai ada sejumlah faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap meningkatnya potensi banjir di kawasan tersebut. Hal itu disampaikannya di sela pelantikan pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa Ma’had Aly Balekambang, Minggu (25/1/2026).

Menurut Gus Nasrul, perubahan bentang alam di wilayah Kudus, Jepara, dan Pati dalam beberapa tahun terakhir perlu mendapat perhatian bersama. Aktivitas pemanfaatan lahan di kawasan dataran tinggi dan pegunungan, jika tidak diimbangi dengan upaya konservasi, berpotensi memengaruhi daya dukung lingkungan.

Ia menjelaskan, kawasan perbukitan dan pegunungan di sekitar Kudus dan Jepara memiliki peran penting sebagai daerah tangkapan air. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan di wilayah tersebut perlu diatur secara hati-hati agar tidak mengurangi fungsi ekologisnya.

Kondisi serupa juga disinggungnya terkait kawasan Gunung Muria. Gus Nasrul menilai, perubahan fungsi lahan di kawasan hutan perlu dikelola secara berkelanjutan agar tidak meningkatkan risiko bencana alam, termasuk longsor dan banjir di wilayah hilir.

Di Kabupaten Jepara, Gus Nasrul menyebut terdapat dua hal utama yang patut dievaluasi bersama, yakni aktivitas pemanfaatan material tanah serta alih fungsi lahan. Menurutnya, perubahan lahan terbuka menjadi kawasan terbangun secara masif dapat mengurangi daya serap air saat curah hujan tinggi.

“Lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai area resapan air kini banyak berubah menjadi kawasan industri dan permukiman. Ini tentu perlu diimbangi dengan perencanaan drainase dan ruang terbuka hijau yang memadai,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan kawasan industri memiliki kontribusi positif bagi perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. Namun demikian, aspek lingkungan perlu tetap menjadi perhatian agar pembangunan berjalan seimbang dan berkelanjutan.

Hal senada juga disampaikan Gus Nasrul terkait kondisi di Kabupaten Pati. Ia berharap aktivitas pemanfaatan lahan, termasuk pertambangan galian C, dapat dikendalikan dan diawasi sesuai aturan demi menjaga keseimbangan lingkungan.

Gus Nasrul mendorong pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi tata ruang secara komprehensif. Langkah tersebut dinilai penting guna meminimalkan risiko banjir di masa mendatang serta memastikan pembangunan tetap sejalan dengan kelestarian lingkungan.

“Pembangunan idealnya tidak hanya berorientasi pada manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperhatikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya.(ris)

Comments are closed.