Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi Buka Jalan Karier bagi Ribuan Fresh Graduate

METROJATENG.COM, JAKARTA — Pemerintah resmi meluncurkan Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi nasional. Inisiatif ini disambut antusias oleh para lulusan baru yang tengah mencari pengalaman kerja sekaligus pijakan awal memasuki dunia industri.

Program ini dirancang bukan sekadar memberi kesempatan kerja sementara, tetapi juga membekali peserta dengan pengalaman nyata di dunia usaha, industri, maupun lembaga pemerintah. Peserta magang akan mendapatkan uang saku sesuai standar daerah, serta jaminan sosial berupa perlindungan kesehatan, kehilangan pekerjaan, dan jaminan kematian.

Bagi Aisyah, lulusan Psikologi Universitas Negeri Jakarta, program ini menjadi batu loncatan penting dalam perjalanan kariernya. Ia berhasil lolos sebagai peserta magang di salah satu perusahaan elektronik ternama.

“Yang menarik dari program ini bukan hanya pengalaman kerja, tapi juga kesempatan belajar langsung di dunia profesional. Ditambah lagi ada uang saku dan jaminan sosial, jadi terasa lebih aman dan dihargai,” ujar Aisyah.

Ia menceritakan, proses pendaftaran melalui portal SIAPkerja ID milik Kementerian Ketenagakerjaan berjalan cukup lancar. Setelah mengisi data dan menunggu sinkronisasi sistem, ia langsung mendapat undangan wawancara dan tawaran penempatan.

“Alhamdulillah semuanya cepat dan transparan. Setelah wawancara, saya langsung dapat kabar diterima. Rasanya senang sekali bisa mulai karier dengan cara yang profesional,” tambahnya.

Tak hanya Aisyah, banyak peserta lain yang melihat program ini sebagai peluang berharga untuk mengasah keterampilan dan memperluas jejaring di dunia kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong terciptanya lapangan kerja produktif dan memperkuat link and match antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri.

“Pemerintah ingin memastikan para lulusan baru tidak hanya memiliki ijazah, tapi juga pengalaman kerja yang relevan. Program ini melibatkan dunia usaha, BUMN, lembaga pemerintah, bahkan Bank Indonesia,” terang Airlangga.

Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan 20 ribu peserta magang yang mulai bekerja sejak 20 Oktober 2025. Tahap berikutnya akan dibuka pada November, dengan target meningkat hingga 80 ribu peserta di seluruh Indonesia.

Hingga pertengahan Oktober, tercatat 1.666 perusahaan telah berpartisipasi dengan menyediakan 26.181 posisi magang. Sementara jumlah pendaftar mencapai lebih dari 156 ribu orang, menunjukkan tingginya minat lulusan baru terhadap program ini.

“Kami senang melihat antusiasme yang begitu besar. Ini artinya, para lulusan ingin terus berkembang dan tidak takut untuk belajar di dunia kerja yang sesungguhnya,” ujar Airlangga.

Aisyah pun berharap program ini dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak lulusan.

“Semoga pemerintah terus melanjutkan program ini karena manfaatnya nyata. Kami tidak hanya dapat pengalaman, tapi juga kepercayaan diri untuk menghadapi dunia kerja,” tuturnya.

Dengan semangat baru dan dukungan nyata dari pemerintah serta industri, program pemagangan ini diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat kualitas tenaga kerja muda Indonesia, sekaligus menjawab tantangan ketenagakerjaan di era ekonomi digital.

Comments are closed.