Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Gema Pramastra Jawa, UKM SENSAS USM dan Nityakara Gaungkan Pelestarian Budaya Lewat Panggung Seni

METROJATENG.COM, SEMARANG- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Sastra (SENSAS) Universitas Semarang (USM) berkolaborasi dengan komunitas campaign Nityakara menggelar pertunjukan seni budaya bertajuk “Gema Pramastra Jawa: Kidung Ing Panggung Sandiwara” pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Menara USM Lantai 10 ini menjadi wadah ekspresi sekaligus upaya pelestarian budaya Indonesia di kalangan generasi muda.

Acara yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 19.00 WIB tersebut menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional, pembacaan puisi, fashion show, hingga penampilan lagu. Kegiatan ini melibatkan anggota UKM SENSAS USM, komunitas Nityakara, dosen, serta mahasiswa yang memiliki minat terhadap seni dan budaya Nusantara.

Kolaborasi antara UKM SENSAS dan Nityakara diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Nityakara menghadirkan Tari Kelana, salah satu tarian tradisional yang menggambarkan sosok ksatria yang gagah, berwibawa, dan penuh semangat. Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus sarana edukasi budaya bagi para peserta yang hadir.

Ketua Nityakara, Farrel Muhammad, menjelaskan bahwa Tari Kelana dipilih sebagai bentuk pengenalan terhadap kekayaan budaya Indonesia yang berasal dari berbagai daerah.

“Penampilan Tari Kelana ini merupakan salah satu upaya yang kami lakukan untuk memperkenalkan tari tradisional Indonesia. Tari ini kami ambil sebagai pertunjukan karena salah satunya berasal dari luar Jawa Tengah, tepatnya di Cirebon, Jawa Barat. Diharapkan audiens dapat mengenal salah satu jenis tari tradisional melalui Tari Kelana,” ujarnya.

Melalui kegiatan Gema Pramastra Jawa, para penyelenggara berharap seni dan budaya tradisional dapat semakin dekat dengan generasi muda serta terus hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Acara ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi komunitas dan organisasi mahasiswa mampu menghadirkan ruang kreatif yang edukatif sekaligus menghibur.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.