METROJATENG.COM, TEMANGGUNG – Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah.
Ajakan itu disampaikan Nawal saat menghadiri kegiatan “Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pemenuhan Pangan Keluarga dengan Protein Ikan” di Kabupaten Temanggung, Rabu (20/5/2026). Program tersebut merupakan kolaborasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah bersama TP PKK Jateng dan didukung Bank Indonesia.
Menurut Nawal, pemanfaatan pekarangan rumah memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, langkah itu juga dapat menekan pengeluaran rumah tangga hingga membuka peluang tambahan pendapatan.
“Ini adalah kegiatan mengendalikan inflasi, di antaranya dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber gizi. Selain itu juga bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga dan menjadi tambahan income bagi keluarga,” kata Nawal.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Jateng bersama Bank Indonesia menyalurkan 100 unit budikdamber atau budidaya ikan dalam ember kepada masyarakat. Program itu mengombinasikan budidaya ikan lele dengan penanaman kangkung di bagian atas ember, sehingga cocok diterapkan di lingkungan rumah dengan lahan terbatas.
Tak hanya itu, masyarakat juga menerima bantuan bibit cabai. Komoditas tersebut dipilih karena kerap menjadi salah satu penyumbang inflasi akibat harga yang mudah bergejolak di pasaran.
Menurut Nawal, jika masyarakat mampu menanam cabai sendiri, ketergantungan terhadap pasar dapat berkurang sehingga lonjakan harga bisa ditekan.
“Kadang-kadang inflasi itu kaitannya dengan naik turunnya harga cabai. Karena itu hari ini kita juga memberikan bantuan bibit cabai,” ujarnya.
Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah itu berharap program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi terus berlanjut melalui pendampingan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kader PKK di daerah.
“Harapannya program ini berkesinambungan. Saya minta ada pengawalan dan pembinaan dari KWT-KWT di Temanggung,” katanya.
Nawal menambahkan, program budidaya lele dan penanaman cabai sejalan dengan prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu fokus utama pembangunan tahun 2026.
Selain memperkuat pangan keluarga, Nawal juga mengajak kader PKK mengampanyekan gerakan gemar makan ikan atau Gemarikan kepada masyarakat. Ia mendorong pengolahan ikan menjadi menu yang lebih variatif dan menarik.
“Bukan hanya digoreng, tetapi juga bisa diolah menjadi bakso ikan dan lainnya. Ini sekaligus mengedukasi masyarakat agar punya pilihan menu yang lebih variatif,” ungkapnya.
Nawal pun mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam program tersebut. Ia menyebut kolaborasi serupa akan diperluas ke sejumlah daerah lain di Jawa Tengah seperti Semarang dan Karanganyar.
Menurutnya, pengalaman dari berbagai program pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa pendampingan menjadi kunci keberhasilan program agar mampu berjalan secara berkelanjutan.
“Program seperti Rabu Pon terbukti berhasil ketika ada pendampingan yang konsisten,” pungkasnya. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.