Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dari Semarang ke Bangkok, KoenoKoeni Hotel Kenalkan Koktail Bernuansa Indonesia

METROJATENG.COM, SEMARANG- KoenoKoeni Hotel Semarang membawa sentuhan budaya Indonesia ke kancah internasional melalui kolaborasi guest shift di Sato San Rooftop Bar, Bangkok, Thailand. Kolaborasi tersebut berlangsung selama satu malam pada 28 April 2026 di rooftop bar milik Moxy Bangkok Ratchaprasong yang berada di bawah jaringan Marriott International.

Guest shift itu menjadi perkenalan awal konsep hospitality KoenoKoeni Hotel Semarang menjelang pembukaannya pada Kuartal III tahun 2026. Hotel tersebut mengusung identitas budaya Chinese–Javanese yang dipadukan dengan pendekatan hospitality modern.

Sato San Rooftop Bar dikenal dengan interpretasi kuliner Thai-Isaan dan Jepang melalui teknik fermentasi dan budaya berbasis nasi. Dalam suasana tersebut, KoenoKoeni menghadirkan dialog rasa Asia Tenggara dan Jepang melalui racikan koktail kontemporer.

Mewakili tim food and beverage KoenoKoeni Hotel Semarang, Rifki Sofiyuddin atau Rifqbarman tampil membawa konsep koktail berbasis bahan lokal Indonesia. Bartender asal Jawa Tengah itu telah berkarier lebih dari satu dekade di sejumlah kota internasional seperti Dubai, Singapura, dan Hong Kong.

Rifqbarman menghadirkan tiga menu koktail eksklusif dalam kolaborasi tersebut. Ketiganya yakni Javanese Sour, Fruity Sambal Martini, dan Salted Negroni San.

“Setiap koktail kami membawa cerita tentang budaya Indonesia, mulai dari bahan lokal hingga memori rasa yang dekat dengan identitas asalnya,” ujarnya.

Javanese Sour memadukan whisky, asam jawa, dan lime segar yang menghasilkan keseimbangan rasa asam dan karakter kuat. Sementara Fruity Sambal Martini menghadirkan interpretasi sambal Indonesia melalui watermelon slow-cooked, vodka infus tomat, dan chili oil.

Adapun Salted Negroni San diracik dari gin, vermouth, dan Campari yang dipadukan salted caramel serta sparkling coconut water. Racikan tersebut menghasilkan rasa yang lebih lembut dan kompleks.

Konsep koktail itu sekaligus menjadi gambaran positioning KoenoKoeni Hotel Semarang sebagai “portal menembus waktu”. Hotel small luxury dengan 111 kamar tersebut menghadirkan pengalaman menginap berbasis storytelling budaya Chinese–Javanese khas Kota Semarang.

Filosofi tersebut diterapkan melalui desain, arsitektur, hingga konsep kuliner dan beverage yang mengolah bahan tradisional dengan pendekatan modern. Melalui kolaborasi di Bangkok, KoenoKoeni ingin menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia dapat diterjemahkan secara relevan dalam pengalaman hospitality internasional.(ris)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.