Program SIAPIK Perkuat Literasi Keuangan dan Daya Saing UMKM Kota Semarang
METROJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang terus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Informasi Keuangan).
Program yang didukung oleh Bank Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam pengelolaan keuangan, manajemen usaha, serta penggunaan teknologi digital agar lebih siap bersaing di era ekonomi modern.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Semarang, Ima Kurnia Dewi, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan komitmen para pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan sejak 14 Agustus hingga Oktober 2025.
“Saya sangat mengapresiasi semangat luar biasa dari para peserta. Selama lebih dari dua bulan, mereka tetap konsisten mengikuti pelatihan SIAPIK. Kami yakin peningkatan kompetensi dan produktivitas ini akan berdampak nyata bagi perekonomian Kota Semarang,” ujar Ima.
Ima menjelaskan, program SIAPIK tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan, tetapi juga merupakan proses pembelajaran berkelanjutan. Melalui lima kali sesi pertemuan, para peserta dikenalkan pada penggunaan aplikasi SIAPIK, pelatihan pencatatan keuangan, penggajian karyawan, serta strategi pengembangan usaha.
“SIAPIK menjadi jembatan bagi pelaku UMKM agar lebih rapi, transparan, dan berkelanjutan. Dengan pencatatan keuangan yang baik, usaha menjadi lebih terukur, mudah dipercaya, dan memiliki akses yang lebih besar terhadap permodalan,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ima juga menyerahkan penghargaan kepada tiga peserta terbaik yang menunjukkan kemajuan luar biasa selama pelatihan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan para peserta menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kemauan untuk berubah dapat menghasilkan perbaikan besar dalam usaha.
“Kami berharap semangat ini terus berlanjut. Melalui grup komunikasi yang sudah dibuat, perkembangan para peserta akan terus dipantau agar transformasi yang telah dimulai bisa berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Harian Dekranasda Kota Semarang, Syanas Nadya Winanto Putri menjelaskan, SIAPIK merupakan aplikasi pencatatan keuangan gratis yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan sangat relevan bagi pelaku UMKM.
“Aplikasi SIAPIK memudahkan pelaku usaha dalam mencatat seluruh transaksi secara transparan dan akuntabel. Dengan satu aplikasi, mereka bisa memantau keuangan, mengetahui stok bahan baku, hingga menghitung keuntungan dan kerugian secara otomatis,” jelas Syanas.
Ia menambahkan, literasi keuangan menjadi fokus utama program ini. Dengan memahami pencatatan keuangan yang benar, pelaku UMKM dapat menghindari jebakan pinjaman online ilegal dan mampu mengambil keputusan usaha yang lebih bijak.
“Dengan literasi keuangan yang meningkat, para pelaku usaha tidak hanya bisa mengelola modal dengan baik, tapi juga siap untuk mengakses pembiayaan resmi dari lembaga keuangan. Ini langkah nyata menuju kemandirian usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.
Selain mempermudah pelaporan keuangan, aplikasi SIAPIK juga membantu pelaku UMKM dalam menyiapkan laporan pajak secara sederhana dan akurat. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong kepatuhan pajak yang lebih luas, tanpa memberatkan pelaku usaha kecil.
Program pelatihan SIAPIK di Kota Semarang berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2025 dengan lima kali sesi pendampingan. Peserta dilatih untuk memasukkan data transaksi usaha secara mandiri, melakukan evaluasi hasil pencatatan, serta memahami strategi keuangan berbasis digital.
“Kami berharap program ini menjadi contoh yang bisa direplikasi di daerah lain. Visi kami sejalan dengan arahan Wali Kota Semarang untuk terus maju bareng membangun ekosistem UMKM yang kuat, tangguh, dan inovatif,” kata Syanas. (*)
Comments are closed.