Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sido Muncul Jadi Contoh Modernisasi Tanpa Korban PHK, Arzeti Bilbina Angkat Topi

METROJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah tren perusahaan besar yang merampingkan tenaga kerja saat beralih ke teknologi modern, PT Sido Muncul justru memilih jalan berbeda. Produsen jamu dan herbal legendaris ini sukses memodernisasi proses produksi tanpa mengorbankan karyawan satu pun.

Hal itu terungkap saat Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina Setyawan, meninjau langsung pabrik Sido Muncul di Kabupaten Semarang, baru-baru ini. Ia mengaku kagum dengan strategi perusahaan yang memindahkan pekerja lama ke divisi baru sesuai keahlian mereka, alih-alih melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Ini artinya keterampilan para pekerja lama tidak terbuang, tapi di-recycle. Mereka tetap produktif, sementara perusahaan bisa tetap melaju dengan modernisasi,” ujar Arzeti.

Tak hanya soal SDM, ia juga menyoroti bahan baku perusahaan yang 80 persen berasal dari alam Indonesia. Menurutnya, dengan pengembangan lebih lanjut, bukan mustahil produk herbal Sido Muncul kelak 100 persen berbasis hasil alam nusantara.

Yang tak kalah menarik, Sido Muncul juga dikenal punya standar operasional yang bersih dan ramah pekerja. Arzeti menuturkan, karyawan di sana digaji di atas rata-rata UMR, mendapat cuti khusus saat menstruasi, hingga fasilitas untuk ibu menyusui. “Jarang sekali ada perusahaan yang begitu memperhatikan kesejahteraan pekerjanya,” tambahnya.

Di luar urusan produksi, perusahaan juga membuka diri untuk masyarakat. Setiap bulan, ribuan pelajar, mahasiswa, hingga warga umum bisa melihat langsung proses pembuatan jamu melalui program CSR. Area pabrik pun ditata hijau dengan satwa yang dilestarikan, menciptakan suasana kerja yang sehat dan nyaman.

Melihat semua itu, Arzeti berharap Sido Muncul bisa menjadi teladan bagi perusahaan besar lainnya di Indonesia. “Keberhasilan itu bukan hanya soal teknologi, tapi juga kesejahteraan karyawan. Kalau karyawan sejahtera, perusahaan pun makmur,” tutup legislator dari PKB tersebut.

Comments are closed.