Setya Arinugroho Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan dan Kemandirian Desa Saat Terima Kunjungan Universitas IVET
METROJATENG.COM, SEMARANG- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menegaskan komitmen DPRD dalam memperkuat sektor pendidikan dan mendorong kemandirian ekonomi desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan akademik Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FKIP Universitas IVET Semarang di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Gedung Berlian DPRD Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026).
Kunjungan yang diikuti delapan dosen pendamping dan 30 mahasiswa tersebut dimanfaatkan sebagai ajang mengenal secara langsung fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang dijalankan DPRD.
Dalam dialog, Setya Arinugroho menekankan bahwa anggaran daerah harus berpihak pada kepentingan masyarakat, terutama untuk menjamin pemerataan akses pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Nasionalisme akan tumbuh ketika masyarakat merasakan kesejahteraan. Tugas negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pembiayaan pendidikan tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga perlu memperhatikan tenaga pendidik yang belum tersentuh anggaran formal, seperti guru mengaji di TPQ dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya,” ujarnya.
Mahasiswa juga menyoroti masih adanya ketimpangan fasilitas antara sekolah umum dan madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. Menanggapi hal tersebut, Setya menjelaskan bahwa secara regulasi kewenangan pengelolaan madrasah berada di pemerintah pusat. Meski demikian, DPRD Jawa Tengah terus berupaya mendorong bantuan melalui koordinasi lintas instansi agar kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan dapat diminimalkan.
Selain pendidikan, diskusi turut membahas pembangunan desa dan pengelolaan Dana Desa. Politisi Fraksi PKS itu menilai desa perlu memiliki sumber pendapatan sendiri agar mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan potensi wisata Pantai Menganti yang mampu menghasilkan pendapatan miliaran rupiah setiap tahun dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa.
Menurutnya, model serupa dapat direplikasi di daerah lain melalui dukungan Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes) dengan tetap mengedepankan perencanaan yang melibatkan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Di akhir pertemuan, Setya Arinugroho mengajak mahasiswa untuk aktif mengawal jalannya pemerintahan dengan menyampaikan aspirasi maupun kritik secara konstruktif melalui jalur resmi maupun melalui wakil rakyat di DPRD.(ris)
Comments are closed.