Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Komisi IX Soroti Banyak Kekurangan Program Makan Bergizi Gratis

METROJATENG.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai salah satu terobosan pemerintah ternyata masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menyebut program yang baru berjalan sembilan bulan ini masih jauh dari kata sempurna. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyelenggara juga masih dalam tahap pembentukan sehingga struktur kerjanya belum tertata.

“Baru sembilan bulan berjalan, tentu masih banyak kekurangan. BGN pun masih baru dan perangkatnya belum terhierarki dengan baik. Saat ini, mereka masih terpusat di tingkat pusat dan belum memiliki perwakilan di daerah,” ujar Putih di Gedung DPR RI, Senayan.

Meski begitu, ia melihat adanya progres di beberapa wilayah. Saat melakukan kunjungan kerja ke Batam, misalnya, sudah terlihat adanya koordinasi antara dinas kesehatan dan pendidikan untuk menangani kasus yang muncul terkait MBG.

Putih menekankan bahwa masalah gizi di Indonesia sangat kompleks dan berhubungan erat dengan upaya menyiapkan generasi emas 2045. Ia menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, khususnya konsumsi buah dan sayur.

“Dari data survei kesehatan Indonesia, konsumsi buah dan sayur kita masih sangat rendah. Padahal, ini kunci penting untuk memperbaiki kualitas generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra itu juga mendorong peningkatan jumlah tenaga gizi di lapangan. Menurutnya, keberhasilan MBG tidak bisa hanya dibebankan pada BGN, melainkan perlu dukungan lintas kementerian, terutama Kementerian Kesehatan dalam hal sosialisasi gizi.

“Rekomendasi yang muncul jangan hanya ditujukan pada BGN, tapi juga kementerian lain yang terkait. Termasuk soal pemenuhan SDM gizi yang masih sangat kurang,” pungkasnya.

Comments are closed.