Pemkab Banyumas Dorong Integrasi Data Lewat Inisiatif SID Sadasa
BERITA ADVETORIAL
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis data. Melalui inisiatif Sistem Informasi Desa (SID) Sadasa: Satu Data, Satu Aksi, Pemkab mendorong integrasi data dari tingkat desa hingga kabupaten dalam satu platform terpusat yang transparan, efisien, dan mudah diakses.
Staf Ahli Bupati Banyumas, Arif Triyanto, dalam paparannya menyoroti masalah klasik yang dihadapi desa dan OPD, yaitu data yang terpecah-pecah. Pendataan sering dilakukan secara sektoral dan terpisah, tanpa ada integrasi antar instansi. Hal ini menyebabkan tumpang tindih, pemborosan waktu, hingga rendahnya efektivitas program pembangunan.
“Beberapa platform memang ada, tapi belum terintegrasi. Rendahnya literasi digital dan belum adanya tata kelola data terpadu membuat desa bekerja sendiri-sendiri. SID Sadasa hadir sebagai jawaban nyata dari masalah itu,” jelas Arif.
Sekda Banyumas, Agus Nur Hadie, menjelaskan bahwa SID Sadasa bukan sekadar program baru, melainkan kelanjutan dari sistem yang sudah dirintis sejak 2020. Kini, sistem tersebut diperkuat dan dikembangkan menjadi proyek perubahan tingkat daerah yang melibatkan banyak pihak lintas OPD.
“SID Sadasa dimulai dari desa, dengan pendataan dasar seperti nama anak dan keluarga. Data inilah yang nantinya diperkaya di kecamatan, lalu dimanfaatkan oleh OPD. Jadi, desa tetap menjadi produsen utama data,” tegas Agus.
Dengan integrasi ini, Pemkab Banyumas berharap kebijakan publik yang dihasilkan benar-benar berbasis data akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa manfaat utama SID Sadasa antara lain:
-
Menjadi dasar perencanaan pembangunan dan pengambilan keputusan.
-
Menyusun strategi penanggulangan kemiskinan dan anak putus sekolah.
-
Menyelesaikan masalah sektoral secara lintas OPD.
Selain itu, setiap OPD juga diminta menandatangani komitmen kelengkapan dan validitas data. Langkah ini penting agar setiap data yang masuk memiliki kualitas, konsistensi, serta dapat digunakan bersama tanpa tumpang tindih.

Inovasi dengan Teknologi AI
Tidak hanya soal integrasi, Pemkab Banyumas juga menaruh perhatian serius pada kualitas infrastruktur digital. Kapasitas server akan ditingkatkan agar akses data lebih stabil dan cepat. Lebih jauh, SID Sadasa akan diperkaya dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang nantinya mampu membantu pencarian informasi, analisis data, hingga rekomendasi kebijakan berbasis data real time.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Banyumas akan menjadi motor pendamping dalam pengembangan teknologi ini. Dengan begitu, SID Sadasa tidak hanya berhenti sebagai pusat data, tetapi juga berkembang menjadi alat analisis modern yang memudahkan pemerintah dan masyarakat dalam mengambil keputusan.
“Dengan sistem ini, ke depan Bupati dapat menggunakan data yang lebih akurat dan real time untuk menentukan arah kebijakan pembangunan daerah. Semua bisa diakses dengan lebih cepat, mudah, dan transparan,” tambah Agus.
Sosialisasi SID Sadasa menandai tonggak baru dalam perjalanan digitalisasi Banyumas. Program ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah untuk mewujudkan Banyumas yang lebih modern, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ke depan, SID Sadasa diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat. Dengan data yang lebih rapi dan terintegrasi, program bantuan, pembangunan infrastruktur, hingga layanan sosial dapat tersalurkan lebih tepat sasaran.
Dengan semangat kolaborasi dan transparansi, SID Sadasa diproyeksikan menjadi pondasi kuat menuju Banyumas yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga lebih terbuka, akuntabel, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Comments are closed.