METROJATENG.COM, SEMARANG – Popularitas susu nabati atau plant-based milk terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Terbuat dari bahan alami seperti kacang kedelai, almond, gandum, oat, kelapa, hingga beras, susu nabati kini menjadi pilihan alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi susu sapi atau memiliki intoleransi laktosa.
Proses pembuatannya relatif sederhana: bahan dasar direndam, digiling, disaring, lalu dicampur dengan air. Banyak produsen juga menambahkan vitamin dan mineral agar kandungan nutrisinya lebih lengkap. Bahkan, susu nabati kini tersedia dalam bentuk bubuk formula sehingga bisa menjadi alternatif susu formula berbasis hewani.
Setiap varian susu nabati memiliki keunggulan tersendiri:
-
Coconut milk (santan), gurih dengan kalori tinggi, cocok untuk menambah berat badan.
-
Susu kedelai, kandungan proteinnya mirip dengan susu sapi dan menjadi sumber protein nabati lengkap.
-
Oat milk, manis alami, tinggi serat, baik untuk penderita kolesterol tinggi dan diabetes.
-
Susu gandum, kaya zat besi dan vitamin B kompleks, cocok untuk vegan, namun tidak dianjurkan bagi penderita intoleransi gluten.
-
Susu almond, rendah kalori dan baik untuk kesehatan jantung berkat kandungan vitamin E.
-
Susu beras, aman bagi penderita alergi dan intoleransi, tetapi tinggi karbohidrat sehingga kurang dianjurkan bagi penderita diabetes.
Dengan semakin banyaknya pilihan, konsumen kini bisa menyesuaikan jenis susu nabati sesuai kebutuhan gizi, kondisi kesehatan, maupun gaya hidup. Tren ini sekaligus menjadi bukti bahwa pola hidup sehat berbasis tanaman semakin diminati.
Comments are closed.