inDrive Gandeng Ammana, Hadirkan Layanan Keuangan untuk Pengemudi Online
METROJATENG.COM, JAKARTA – Di tengah derasnya arus digitalisasi transportasi, ribuan pengemudi ojek dan taksi online masih berjuang mengakses layanan keuangan yang sesuai kebutuhan mereka. Melihat celah ini, inDrive resmi meluncurkan inDrive.Money di Indonesia pada Februari 2025, sebuah program yang dirancang untuk membantu stabilitas keuangan para mitra pengemudi.
Sejak debutnya, sambutan dari komunitas pengemudi terbilang luar biasa. Berdasarkan data internal, 8 dari 10 pengemudi yang mendapatkan promosi layanan ini langsung tertarik untuk mencoba, menandakan tingginya kebutuhan akan solusi keuangan yang inklusif dan fleksibel.
“Respon positif ini membuktikan bahwa mitra pengemudi membutuhkan layanan yang mudah diakses dan sesuai kondisi mereka. Lewat kerja sama dengan Ammana, kami menghadirkan layanan yang bukan hanya membantu kebutuhan harian, tapi juga mendukung kemajuan finansial mereka di masa depan ,” kata Communication Manager inDrive Indonesia, Wahyu Ramadhan.
Ammana, yang dikenal sebagai platform pinjaman syariah berbasis teknologi, menjadi mitra strategis dalam menghadirkan beragam solusi, mulai dari pendanaan mikro, pembiayaan kendaraan, asuransi mikro, hingga fasilitas Buy Now, Pay Later untuk kebutuhan operasional seperti BBM dan perawatan kendaraan.
Direktur Ammana, Widji Tri Kusuma Adhi menyampaikan, bahwa mitra pengemudi digital adalah tulang punggung ekonomi digital Indonesia.
“Sayangnya, banyak dari mereka masih kesulitan mengakses layanan keuangan formal. Kami ingin membuka jalan agar mereka lebih mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan usaha,” tuturnya.
Pasar ride-hailing di Indonesia sendiri tengah bertumbuh pesat. Menurut laporan Mordor Intelligence, nilainya diproyeksikan melonjak dari USD 2,67 miliar pada 2023 menjadi USD 4,66 miliar pada 2028. Pertumbuhan ini menciptakan peluang besar bagi layanan keuangan digital yang tepat sasaran.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hanya separuh populasi Indonesia memiliki rekening bank, dan kurang dari 20% bisa mengakses kredit dari perbankan. Sebaliknya, pinjaman peer-to-peer (P2P) tumbuh pesat dengan penetrasi pasar 10%, didorong oleh kebutuhan kelompok yang belum terlayani perbankan.
Dengan menggabungkan kekuatan inDrive dan Ammana, inDrive.Money berupaya menjadi jembatan antara pengemudi dan akses keuangan yang aman, terjangkau, dan patuh regulasi OJK serta Bank Indonesia. Tujuannya, memastikan pekerja informal tak sekadar menjadi roda penggerak transportasi, tetapi juga roda penggerak ekonomi keluarga dan masa depan mereka.
Comments are closed.