Mahasiswa UNS Terjun ke Desa, Sinergi Nyata Majukan Jawa Tengah Lewat KKN Tematik
METROJATENG.COM, SURAKARTA – Sebanyak 3.800 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersiap menjalani petualangan akademik sekaligus pengabdian sosial lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, ribuan mahasiswa ini akan disebar ke berbagai daerah di Jateng dan wilayah lain untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dari akar rumput.
Prosesi pelepasan berlangsung di halaman kampus UNS, Selasa (8/7/2025), menjadi momentum simbolis sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah. Program KKN Tematik ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara UNS dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk mengakselerasi program pembangunan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
“Adik-adik mahasiswa ini tidak hanya belajar di kampus, tapi juga turun langsung ke lapangan, membantu membangun desa-desa di Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin, akrab disapa Gus Yasin, dalam sambutannya.
Gus Yasin menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyukseskan berbagai program pembangunan, seperti ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pariwisata, hingga pendataan masyarakat miskin yang lebih akurat dan terverifikasi.
“Data yang benar akan membuat program bantuan lebih tepat sasaran. Saya titip, setelah KKN nanti, tolong sampaikan kajiannya. Itu sangat berarti bagi kami di pemerintah,” tegasnya.
Tak hanya sebatas proyek sosial, mahasiswa juga didorong menjadi agen perubahan di sektor ekonomi lokal. Mereka diharapkan bisa menggali potensi desa, memberikan pendampingan, dan bahkan menginisiasi program kreatif yang berkelanjutan.
Salah satu contoh nyata datang dari mahasiswa peserta KKN, Fahad Adi Nugroho. Ia dan timnya akan membuka jalur pendakian baru di Gunung Bismo melalui Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Bekerja sama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), tim ini menggabungkan semangat pelestarian alam dan pengembangan ekonomi warga.
“Sebelum berangkat, kami sudah beberapa kali survei. Kami ingin jalur ini jadi alternatif wisata yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Fahad.
Fahad menuturkan, program ini mendapat dukungan dana dari kampus, dan mereka juga aktif mencari sponsor untuk mendukung fasilitas jalur pendakian yang aman dan nyaman. Ia juga membantu warga menyelesaikan proses perizinan resmi agar jalur ini bisa dibuka untuk umum.
Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Hartono, menyatakan kampus akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah. Ia menuturkan, dari 54 program yang ditawarkan Pemprov Jateng, UNS mengambil 17 di antaranya sebagai bentuk komitmen kampus untuk memberi dampak nyata ke masyarakat.
“Kami ingin keberadaan UNS benar-benar dirasakan. Tidak hanya oleh mahasiswa, tapi juga masyarakat luas. KKN tematik ini adalah langkah konkret kami,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa UNS kini bersiap menjadi garda terdepan dalam pembangunan desa. Mereka tidak sekadar membawa ilmu, tapi juga harapan dan perubahan.
Comments are closed.