Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

3 Bulan Ditempati, Gedung Baru DPRD Banyumas Masih Banyak yang Bocor

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Meskipun sudah ditempati selama tiga bulan lebih, namun masih ada kebocoran pada beberapa titik di gedung baru DPRD Banyumas. Ketua DPRD Banyumas, Subagyo S.Pd.M.Si menyatakan, pihaknya sudah meminta kepada dinas terkait untuk memperbaiki.

“Sampai saat ini masih dalam proses perbaikan, yang bocor diperbaiki dan ada tambahan penguatan untuk kontruksinya. Masih berjalan prosesnya dan saya sudah menugaskan Komisi II untuk melakukan pengawasan sekaligus juga memberikan masukan-masukan kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas,” jelasnya.

Subagyo memaparkan, awal menempati gedung baru, ia mengaku terkejut, karena banyaknya titik kebocoran pada bangunan baru tersebut. Mengingat, ia tidak mempunyai kapasistas dan pengetahuan yang cukup soal bangunan, maka ia meminta saran dan masukan dari pihak yang berkompeten.

“Sebagai user, tentu ini berisiko, kita menerima gedung baru dalam kondisi yang masih ada kerusakan, terlebih saat ini musim penghujan, sehingga kebocoran itu sangat terlihat,” ungkapnya.

 Gedung baru DPRD Banyumas, lanjut Subagyo, mulai ditempat bulan November 2024 lalu, setelah diserahkan oleh DPU Banyumas pada bulan Oktober 2024.

Caption Foto : Ketua DPRD Banyumas, Subagyo S.Pd, M.Si. (Foto : Hermiana).

 

Tahapan Pembangunan

Sementara itu, Kepala DPU Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo ST.M.Si menyampaikan, pembangunan gedung DPRD melalui beberapa tahapan yang juga melibatkan beberapa rekanan yang berbeda. Tahap pertama yaitu pembangunan pondasi, setelah selesai dilanjutkan dengan pembangunan gedung oleh rekanan yang berbeda. Selanjutny tahap ketiga yaitu pemasangan plafon, pengecatan gedung dan finishing lainnya yang juga diteruskan oleh rekanan yang berbeda.

“Sehingga pada saat penyerahan gedung untuk diteruskan ke tahap finishing, kondisinya masih berserakan dan titik-titik bocor tidak terdeteksi. Setelah tahap ketiga selesai, baru terlihat dan langsung kita minta rekanan untuk memperbaiki,” terangnya.

Lebih lanjut Kresnawan mengatakan, titik kebocoran sebenarnya tidak banyak, hanya saja pada satu titik, ada banyak rembesan yang jumlahnya sampai ratusan.

“Misalnya kebocoran di titik parkir bagian depan gedung, hanya satu titik, namun banyak terdapat rembesan. Sudah kita selesaikan semua perbaikan pada titik-titik yang bocor,” tuturnya.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus, mengingat gedung DPRD yang baru saja selesai dibangun ini merupakan simbol penting bagi pemerintahan Kabupaten Banyumas. Pihak terkait juga sudah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memastikan gedung tersebut aman serta nyaman digunakan untuk aktivitas legislatif.

Comments are closed.