Dari Ide Anak Muda, Ribuan Warga Berdaya: PFmuda Ciptakan Lapangan Kerja dan Inovasi Sosial
Senangat Hari Sumpah Pemuda
METROJATENG.COM, JAKARTA – Sebuah gagasan sederhana bisa menjadi awal perubahan besar. Di tangan anak-anak muda yang berani berinovasi, persoalan pangan, lingkungan, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat bukan sekadar tantangan, melainkan peluang untuk menciptakan solusi.
Semangat itulah yang tumbuh melalui program PFmuda yang digagas Pertamina Foundation. Program ini mendorong generasi muda mengubah kepedulian menjadi aksi nyata, sekaligus mengembangkan usaha sosial yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hingga 2025, PFmuda telah membina 362 kelompok pemenang yang tersebar di 28 provinsi dan 227 kabupaten/kota di Indonesia. Dari berbagai daerah tersebut, para inovator muda hadir membawa gagasan yang berangkat dari persoalan di sekitar mereka, kemudian mengembangkannya menjadi kegiatan pemberdayaan yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.
Dampaknya tidak kecil. Secara kumulatif, program ini telah menjangkau 16.601 penerima manfaat dan membuka peluang kerja bagi lebih dari 2.208 orang. Para sociopreneur binaannya juga mencatatkan rata-rata omzet tahunan lebih dari Rp270 juta.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa anak muda tidak hanya berpotensi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi sekaligus membantu masyarakat keluar dari berbagai keterbatasan.
Momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 menjadi pengingat bahwa semangat persatuan yang diwariskan generasi terdahulu dapat diteruskan melalui kolaborasi, kreativitas, dan keberanian menghadirkan perubahan.
Dari Persoalan Menjadi Peluang
Bagi para inovator muda, perubahan dapat dimulai dari persoalan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Kebutuhan pangan, pengembangan usaha mikro, persoalan sampah dan lingkungan, hingga keterbatasan akses pendidikan menjadi ruang untuk melahirkan inovasi.
Dalam program PFmuda, sektor pangan menjadi bidang dengan jumlah kelompok terbanyak, yakni 39 kelompok. Sebanyak 38 kelompok bergerak di bidang UMKM dan 33 kelompok berfokus pada lingkungan.
Sementara itu, 14 kelompok mengembangkan inovasi pendidikan, 13 kelompok bergerak di bidang sosial, tujuh kelompok di sektor energi, serta lima kelompok mengembangkan teknologi.
Ragam inovasi tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi. Inovasi tidak hanya dituntut menyelesaikan persoalan, tetapi juga perlu memiliki model usaha yang mampu bertahan dan berkembang.
Ketua Yayasan Pertamina, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan generasi muda memiliki potensi besar untuk menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
“Melalui semangat Sumpah Pemuda, kami melihat bahwa anak-anak muda Indonesia tidak hanya memiliki gagasan yang kreatif, tetapi juga keberanian luar biasa untuk membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Program PFmuda hadir secara konsisten untuk memastikan bahwa setiap energi, ide, dan inovasi tersebut terwadahi secara terstruktur, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi kemajuan bangsa,” ujar Agus.
Menurut dia, dukungan melalui pembinaan yang terarah menjadi bagian penting untuk memastikan ide-ide kreatif anak muda tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat jangka panjang.
Salah satu kekuatan kewirausahaan sosial terletak pada kemampuannya menghubungkan kegiatan usaha dengan kebutuhan masyarakat. Keuntungan bukan satu-satunya tujuan, karena keberhasilan juga diukur dari seberapa luas manfaat yang dihasilkan.
Prinsip tersebut tercermin dari jangkauan penerima manfaat PFmuda yang terdiri atas 9.067 perempuan dan 7.534 laki-laki.
Program ini turut melibatkan 1.625 ibu kepala rumah tangga, 1.043 masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), 644 penyandang disabilitas, serta 89 anak jalanan.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak hanya menyasar pertumbuhan usaha, tetapi juga membuka ruang keterlibatan bagi kelompok yang membutuhkan kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan.
Di sisi lain, PFmuda mencatat rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,68 berdasarkan penilaian independen PT Adi Akara Bumi. Indikator ini digunakan untuk menggambarkan nilai manfaat sosial yang dihasilkan dibandingkan dengan investasi program.
PFmuda juga menjaring 119 kelompok embrio inovasi sosial yang dipersiapkan untuk mendukung target pencapaian PROPER Emas Pertamina. Upaya ini mempertemukan kreativitas anak muda dengan agenda pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Mencetak Pemimpin, Menumbuhkan Kemandirian
Pada 2025, PFmuda membina 110 kelompok pemenang yang dikategorikan sebagai young leaders. Sebanyak 30 kelompok berada pada tahap Ideation, yakni pematangan gagasan, sedangkan 80 kelompok lainnya masuk kategori Sociopreneur yang telah menjalankan usaha sosial.
Selain itu, terdapat 39 kelompok sociopreneur yang terus mengembangkan keberlanjutan bisnisnya.
Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, Pertamina Foundation menerapkan pembinaan berjenjang selama tiga tahun.
Pada tahun pertama, peserta memasuki tahap Penggerak Biru, dengan fokus mematangkan solusi dan menciptakan dampak awal. Tahun kedua, Pelestari Hijau, diarahkan pada pengembangan inovasi, pengukuran dampak sosial dan ekonomi melalui SROI, serta penciptaan lapangan kerja.
Selanjutnya, tahap Pemberdaya Emas Nusantara menjadi ruang bagi inovator unggulan untuk memperkuat model bisnis dan memperluas jangkauan inovasi agar berpotensi diterapkan di daerah lain.
Melalui tahapan ini, para peserta diharapkan mampu membangun usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Pada akhirnya, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya tentang mengenang sejarah persatuan, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda mengambil bagian dalam menentukan masa depan bangsa.
Melalui PFmuda, ide-ide anak muda diarahkan menjadi solusi, usaha sosial dikembangkan menjadi sumber penghidupan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (*)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.