Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Adu Kreasi Cumi dan Udang, Devan Bawa Tegal ke Grand Final Bright Gas Cooking Competition 2026

METROJATENG.COM, TEGAL – Bukan sekadar soal rasa. Di atas panggung Bright Gas Cooking Competition (BGCC) 2026 regional Tegal, puluhan peserta harus mengadu kreativitas, teknik memasak, hingga kemampuan menjaga cita rasa di bawah tekanan waktu.

Dari 40 finalis yang bertarung dalam semifinal BGCC Tegal, Devan Andhika Saputra akhirnya keluar sebagai juara pertama. Ia mengungguli Feli Sitta Mayasari yang meraih juara kedua dan Bobby Utomo Putra di posisi ketiga.

Kompetisi yang digelar PT Pertamina Patra Niaga di Kota Tegal tersebut mengusung tema “Warisan Rasa Nusantara dari Hati”. Tema itu menjadi pesan utama bahwa kuliner bukan hanya tentang makanan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.

Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Tercatat 393 peserta mendaftar secara online dan 467 peserta melalui pendaftaran offline. Setelah melalui proses kurasi, 40 peserta terbaik kemudian berhak melaju ke babak semifinal.

Tantangan pun semakin berat. Para finalis tidak mengetahui bahan utama yang akan mereka olah hingga kompetisi berlangsung. Cumi dan udang menjadi secret ingredients yang harus disulap menjadi hidangan kreatif dengan cita rasa terbaik.

Di tengah keterbatasan waktu, para peserta dituntut mampu mengatur teknik memasak, mengolah bahan, sekaligus memastikan hidangan tetap memiliki karakter rasa Nusantara.

Setiap masakan dimasak menggunakan Bright Gas, sedangkan penilaian dilakukan oleh dua chef profesional, yakni Chef Joko Patriot dan Chef Yuda Bustara.

Hasilnya, Devan berhasil menjadi yang terbaik. Feli menempati posisi kedua, sementara Bobby melengkapi tiga besar.

Ketiganya masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah, tabung perdana Bright Gas 5,5 kilogram, serta set alat masak premium.

Devan, Feli, dan Bobby akan membawa nama Tegal ke Grand Final BGCC 2026 di Jakarta pada November mendatang. Mereka akan kembali berhadapan dengan para juara dari berbagai daerah untuk memperebutkan hadiah dengan total ratusan juta rupiah.

Salah satu hadiah utama yang diperebutkan adalah kesempatan mengikuti Culinary Art Course di Le Cordon Bleu, Thailand.ppp

Bukan Sekadar Kompetisi Memasak

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan BGCC dirancang bukan hanya sebagai kompetisi memasak, tetapi juga sebagai wadah untuk menghidupkan kembali kekayaan kuliner Nusantara melalui kreativitas masyarakat.

“Bright Gas Cooking Competition bukan sekadar ajang kompetisi memasak, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan warisan kuliner Indonesia,” ujar Taufiq.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat di Tegal menjadi bukti bahwa kuliner Indonesia memiliki daya tarik yang kuat. Kreativitas para peserta juga menunjukkan bahwa makanan tradisional dapat terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih modern tanpa kehilangan karakter cita rasanya.

“Kami mengapresiasi antusiasme peserta di Tegal yang telah menghadirkan berbagai kreasi masakan dengan cita rasa khas daerah,” katanya.

Selain mengangkat kuliner Nusantara, BGCC juga menjadi bagian dari upaya Pertamina memperkenalkan Bright Gas sebagai pilihan energi memasak bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Salah satu sasaran yang dibidik adalah sektor hotel, restoran, dan kafe (HoReKa) yang membutuhkan energi memasak yang aman, praktis, dan andal untuk mendukung aktivitas dapur.

“Harapannya, kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat maupun pelaku usaha kuliner untuk memanfaatkan Bright Gas sebagai energi memasak yang aman, praktis, berkualitas, serta mendukung hasil masakan yang lebih optimal,” kata Taufiq.

Api Stabil Jadi Kunci

Bagi Devan, kestabilan api menjadi salah satu hal yang membantu dirinya selama kompetisi.

Ia mengatakan penggunaan Bright Gas membuat proses memasak lebih terkontrol sehingga tekstur dan cita rasa bahan makanan dapat dijaga.

“Menurut saya, memasak menggunakan Bright Gas menghasilkan kualitas rasa masakan yang berbeda karena api yang dihasilkan stabil dan membuat bahan makanan matang dengan sempurna,” ungkap Devan.

Menurut dia, kondisi tersebut sangat membantu, terutama ketika peserta harus menyelesaikan masakan dalam waktu terbatas.

“Hal ini sangat membantu kami dalam menjaga tekstur dan cita rasa masakan saat berkompetisi,” lanjutnya.

Pertamina Patra Niaga juga terus mendorong masyarakat menggunakan Bright Gas sebagai produk LPG nonsubsidi. Produk tersebut dilengkapi sejumlah fitur, antara lain kualitas tabung yang lebih baik dan Double Spindle Valve System (DSVS) sebagai fitur keamanan.

Bright Gas juga didukung layanan Pertamina Delivery Service melalui aplikasi MyPertamina, sehingga masyarakat dapat memperoleh LPG dengan lebih mudah.

Melalui BGCC 2026, Pertamina ingin menghadirkan lebih dari sekadar kompetisi. Panggung tersebut menjadi ruang bertemunya kreativitas, cita rasa, dan semangat melestarikan warisan kuliner Indonesia.

Kini, setelah menaklukkan tantangan cumi dan udang di Tegal, Devan, Feli, dan Bobby bersiap membawa cerita dan cita rasa daerah mereka ke Jakarta.

Tiga nama dari Tegal, satu panggung nasional, dan satu kesempatan untuk membawa warisan rasa Nusantara semakin dikenal. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.