Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

UMKM Grande dan CJIBF 2026, Strategi BI Jateng Dorong Investasi dan Ekspor UMKM

METROJATENG.COM, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar dua agenda besar yang saling terintegrasi, yakni Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Grande. Kegiatan ini menjadi strategi utama untuk mendorong investasi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah.

Kepala KPw BI Jateng, Muhamad Noor Nugroho, menyampaikan  kedua agenda tersebut akan berlangsung pada 11–12 Mei 2026. Pada hari pertama, fokus kegiatan adalah CJIBF yang menghadirkan forum bisnis, promosi investasi, hingga penandatanganan kerja sama. Sementara hari kedua difokuskan pada kunjungan langsung investor ke sejumlah proyek unggulan di daerah.

“Investasi menjadi salah satu motor penting pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Karena itu, melalui CJIBF kami berupaya menghadirkan investor, baik domestik maupun asing, untuk melihat langsung potensi daerah,” ujarnya pada konferensi pers bersama media di kantornya Rabu (29/4/2026)

Pada 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp 88 triliun atau tumbuh 6,76 persen. Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi, investasi diharapkan meningkat signifikan pada 2026.

CJIBF tahun ini mengusung tema penguatan investasi berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kegiatan akan diisi dengan business forum, talkshow, hingga one-on-one meeting antara investor dan pemilik proyek. Selain itu, akan dilakukan pemberian penghargaan kepada proyek investasi terbaik dari 35 kabupaten/kota melalui ajang investment challenge.

Sejumlah tokoh nasional dan pelaku usaha dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam forum tersebut, bersama pemerintah daerah dan perwakilan kementerian.

Tidak hanya itu, BI Jateng juga menyiapkan lima proyek unggulan untuk dikunjungi langsung oleh investor pada hari kedua. Pemilihan proyek ini mempertimbangkan minat investor serta aksesibilitas lokasi agar kunjungan dapat dilakukan secara efektif.

Di sisi lain, UMKM Grande hadir sebagai ajang showcasing produk unggulan daerah sekaligus memperkuat peran UMKM dalam perekonomian. Sebanyak 75 UMKM akan dilibatkan, mencakup sektor makanan dan minuman, fesyen, furnitur, kriya, hingga kopi.

“UMKM Grande menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, termasuk mendorong UMKM naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor,” kata Nugroho.

Berbagai kegiatan akan meramaikan UMKM Grande, mulai dari pameran produk, business matching, fasilitasi pembiayaan, hingga workshop dan talkshow. Selain itu, terdapat kompetisi seperti lomba kopi dan kreasi kuliner, serta edukasi terkait digitalisasi pembayaran dan perlindungan konsumen.

BI Jateng juga menekankan pentingnya pembinaan UMKM secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, akses pembiayaan, hingga pemasaran. Melalui pendekatan tersebut, UMKM diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing global.

Sinergi antara CJIBF dan UMKM Grande menjadi upaya konkret dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang inklusif. Investasi yang masuk diharapkan dapat membuka lapangan kerja, sementara UMKM menjadi penggerak ekonomi rakyat yang lebih luas.

“Melalui dua agenda ini, kami ingin menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat—investasi tumbuh, UMKM berkembang, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya. (*)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.