Libur Nataru Aman dan Nyaman dengan Kepesertaan JKN yang Aktif
METROJATENG.COM, SEMARANG – Menyambut libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diimbau untuk memastikan kepesertaan tetap aktif. Hal ini penting guna menjamin kenyamanan peserta beserta keluarga selama masa libur panjang akhir tahun.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menyampaikan bahwa libur akhir tahun 2025 yang relatif panjang telah diantisipasi dengan kesiapan layanan kesehatan bagi peserta JKN, khususnya bagi mereka yang berkunjung atau berada di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
“Program JKN tidak membatasi peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan di luar domisili. Peserta dapat langsung mengakses Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama untuk mendapatkan layanan kesehatan sedini mungkin. Informasi lokasi faskes juga dapat dicek melalui Aplikasi Mobile JKN,” ujar Sari, Jumat (19/12).
Saat ini, BPJS Kesehatan Cabang Semarang telah bekerja sama dengan 247 FKTP di wilayah Kota Semarang dan 107 FKTP di Kabupaten Demak. Sementara itu, untuk kondisi gawat darurat, peserta JKN dapat langsung mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat tanpa perlu rujukan.
Sari menambahkan, Aplikasi Mobile JKN juga dilengkapi fitur konsultasi dokter yang memungkinkan peserta berkonsultasi secara daring dengan dokter di faskes tempat peserta terdaftar.
“Seluruh layanan tersebut dapat dimanfaatkan tanpa biaya tambahan. Namun, peserta perlu memastikan status kepesertaan JKN aktif. Jika terdapat tunggakan iuran, peserta diharapkan segera melunasinya. BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan ratusan ribu kanal pembayaran untuk memudahkan peserta,” jelasnya.
Apabila peserta mengalami kendala pelayanan, pengaduan dan permintaan informasi dapat disampaikan melalui Aplikasi Mobile JKN, Care Center 165, layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, maupun Petugas BPJS SATU yang tersedia di setiap faskes.
Manfaat JKN juga dirasakan oleh Sri Wahyuni (39), seorang pekerja perantauan yang kerap pulang ke kampung halaman di Kota Semarang saat libur panjang. Ia mengaku telah beberapa kali memanfaatkan JKN saat jatuh sakit, baik ketika bekerja di Bali maupun saat bepergian ke luar kota.
“Waktu libur Lebaran lalu, saya demam tinggi setelah perjalanan panjang dan aktivitas padat. Meski faskes saya terdaftar di Bali, saya tahu tetap bisa berobat di luar kota,” ungkap Yuni.
Menurutnya, pelayanan yang diterima tetap baik meski ia tidak berdomisili di Semarang. Ia hanya menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) Digital melalui Aplikasi Mobile JKN dan langsung mendapatkan pelayanan medis tanpa diminta berkas tambahan.
“Pakai JKN itu praktis dan bisa digunakan di mana saja selama kita paham prosedurnya. Banyak yang merasa ribet karena belum tahu alurnya, padahal jadi peserta JKN itu banyak sekali manfaatnya,” pungkasnya. (*)
Comments are closed.