Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Perbankan Jateng Tetap Tumbuh, Meski Tertekan di Aset

Penyaluran Kredit Catat Pertumbuhan Tipis 0,02% (yoy) Jadi Rp422,33 triliun.

METROJATENG.COM, SEMARANG –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah melaporkan kondisi sektor jasa keuangan di wilayahnya tetap stabil hingga September 2025. Stabilitas ini didukung likuiditas yang memadai, risiko yang terjaga, serta pertumbuhan positif di sejumlah subsektor keuangan.

Kinerja perbankan di Jawa Tengah menunjukkan dinamika menarik. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 1,54% (yoy) menjadi Rp475,36 triliun, sementara penyaluran kredit mencatat pertumbuhan tipis 0,02% (yoy) menjadi Rp422,33 triliun. Namun, aset perbankan justru terkontraksi 0,84% menjadi Rp586,86 triliun.

Pada kelompok bank umum, aset meningkat 0,85% menjadi Rp534,77 triliun. DPK bank umum juga tumbuh kuat sebesar 3,87% hingga mencapai Rp434,96 triliun. Meski demikian, total kredit turun 1,07% menjadi Rp383,85 triliun.

Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level sehat, 88,25%, menunjukkan bank umum masih memiliki ruang memadai untuk menyalurkan kredit. OJK menegaskan terus memperkuat pengawasan agar kualitas kredit tetap terjaga melalui pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

Sektor BPR/S mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan aset 1,46% (yoy) dan kenaikan DPK 1,90% menjadi Rp40,41 triliun. Namun, penyaluran kredit turun 0,75% menjadi Rp38,48 triliun.

Sementara itu, perbankan syariah menghadapi tekanan pada sisi aset yang turun 2,02% (yoy). Meski begitu, kinerja penghimpunan dana syariah justru melonjak 8,52% menjadi Rp39,60 triliun. Pembiayaan syariah juga tumbuh impresif 9,87% hingga menembus Rp35,18 triliun

Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) turut mencatatkan kinerja positif antara lain perusahaan pembiayaan piutang tumbuh 2,59% menjadi Rp35,18 triliun, NPF 3,14%.

Modal ventura penyaluran naik 6,36% menjadi Rp1,09 triliun. Dana pensiun: aset melonjak 14,61% menjadi Rp7,88 triliun, sejalan dengan peningkatan angkatan kerja.

Fintech P2P lending: mencatat pertumbuhan paling tinggi, dengan kredit naik 25,06% menjadi Rp7,44 triliun; tingkat wanprestasi (TWP 90) 2,62%.

Perusahaan penjaminan aset naik signifikan 40,27% menjadi Rp728 miliar, meski pinjaman yang dijamin turun 31,33%.Pada sektor Lembaga Keuangan Mikro (LKM), terdapat 103 entitas aktif pada Triwulan II 2025. Total pinjaman tumbuh 2,64% menjadi Rp469 miliar, sementara aset sedikit terkoreksi 5,46% menjadi Rp696 miliar.

Investor Pasar Modal Meningkat Pesat

Minat masyarakat terhadap pasar modal semakin meningkat. Hingga September 2025, Jawa Tengah mencatat,v

SID Reksa Dana: 1.880.006 investor (naik 24,51%). SID Saham: 935.397 investor (naik 31,87%). SID SBN 111.842 investor (naik 18,80%). Total nilai transaksi pasar modal mencapai Rp20,17 triliun.

OJK Jateng–DIY menerima 3.614 pengaduan hingga Oktober 2025. Pengaduan terbesar berasal dari sektor perbankan (2.136 kasus). Untuk menekan angka tersebut, OJK telah menggelar 500 kegiatan edukasi dengan total peserta lebih dari 144 ribu orang, termasuk petani, pelajar, dan pelaku UMKM.

Satgas Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) Jateng memperkuat upaya perlindungan masyarakat melalui berbagai kegiatan antara lain edukasi kepada komunitas ibu-ibu, tenaga medis, hingga aparat keamanan.Penayangan iklan layanan masyarakat di Bandara Ahmad Yani dan videotron. Siaran radio, podcast IG Live dan YouTube. Penempelan stiker waspada scam di bus Trans Jateng dan halte-halte utama. (*)

Comments are closed.