Kerugian Akibat Kerusuhan di Pemkot Pekalongan Tembus Rp100 Miliar
METROJATENG.COM, KOTA PEKALONGAN – Aksi anarkis yang melanda kompleks Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD Kota Pekalongan pada Sabtu (30/8/2025) menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp100 miliar. Nilai fantastis itu mencakup kerusakan fisik gedung, perabot, hingga barang-barang elektronik yang turut dijarah.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid (Aaf), mengungkapkan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara berdasarkan laporan dari berbagai dinas. Ia menegaskan, jumlah kerugian bisa saja bertambah setelah proses pendataan selesai.
“Perkiraan kami kurang lebih Rp100 miliar. Bisa kurang, bisa lebih. Itu mencakup bangunan maupun barang-barang yang rusak dan hilang. Masih perkiraan awal, karena laporan detail terus masuk,” jelasnya.
Kerusakan terparah terjadi pada gedung utama Pemkot yang dilalap api hingga tidak lagi layak digunakan. Tim teknis Dinas PUPR menilai satu-satunya opsi adalah perobohan total. Rencana pembangunan ulang gedung akan dibicarakan lebih lanjut bersama DPRD, termasuk kemungkinan memisahkan kantor Sekretariat Dewan dari kompleks Pemkot.
Meski bangunan rusak parah, Aaf memastikan pelayanan publik tidak terganggu. ASN tetap diwajibkan masuk kerja, bahkan sebagian diarahkan untuk membantu membersihkan sisa-sisa kerusakan.
“Tidak ada WFH. ASN tetap bekerja, sembari menata kembali ruangan yang masih bisa dipakai,” tegasnya.
Aaf juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas dan tidak saling menyalahkan. Ia menekankan pentingnya persatuan warga Pekalongan dalam menghadapi situasi sulit ini.
“Kerugian besar ini jangan sampai membuat kita terpecah. Mari bersama-sama menjaga kota ini agar tetap aman,” pungkasnya.
Comments are closed.