Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dari Sampah Jadi Rupiah: DPRD Jateng Dorong Ekonomi Sirkular untuk Kesejahteraan Rakyat

METROJATENG.COM, SEMARANG – Sampah bukan lagi sekadar masalah lingkungan. Jika dikelola dengan tepat, sampah justru bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Inilah optimisme yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, saat berbicara tentang masa depan pengelolaan sampah di Jawa Tengah.

Menurutnya, provinsi dengan timbulan sampah lebih dari 5,5 juta ton per tahun ini memiliki peluang besar untuk mengembangkan konsep waste to energy maupun ekonomi sirkular berbasis daur ulang, seperti yang sukses dijalankan di Banyumas dan Surabaya.

Di Banyumas, lanjut Setya Ari, konsep TPA Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) menjadi contoh nyata bahwa sampah bisa diolah menjadi sumber nilai tambah. Sampah organik diubah menjadi kompos dan maggot, sementara sampah anorganik diolah menjadi paving plastik hingga Refuse-Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Hasilnya, tingkat pengelolaan sampah di Banyumas sudah mencapai 99 persen, jauh melampaui rata-rata provinsi yang baru sekitar 63,78 persen.

“Banyumas membuktikan bahwa dengan inovasi dan kolaborasi, sampah bisa menjadi berkah bagi masyarakat,” ujar Setya Ari.

Tidak hanya Banyumas, keberhasilan TPA Benowo Surabaya juga menjadi inspirasi. Dari tumpukan sampah, lahirlah energi listrik yang mampu menyuplai kebutuhan lebih dari 5.800 rumah warga setiap hari.

Bagi Setya Ari, keberhasilan Surabaya adalah bukti nyata bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi motor ekonomi baru sekaligus solusi keberlanjutan lingkungan.

Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Setya Arinugroho (Foto : Dok. DPRD Jateng).

Jawa Tengah, Saatnya Menyusul Kesuksesan

Dengan dukungan teknologi, sumber daya, serta semangat masyarakat, DPRD Jawa Tengah optimistis daerah ini bisa mengikuti jejak sukses Banyumas dan Surabaya.

“Kita memiliki potensi luar biasa. Tinggal bagaimana pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta bersinergi. Jika dikelola terpadu, sampah tidak hanya mengurangi beban TPA, tapi juga membuka lapangan kerja baru, menghasilkan energi alternatif, dan menekan biaya penanganan sampah,” tegas Setya Ari.

DPRD Jawa Tengah menargetkan visi besar, yaitu menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi percontohan pengelolaan sampah berdaya guna. Dengan model kolaborasi dan inovasi, pengelolaan sampah tidak hanya akan menyelesaikan masalah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

“Visi kita jelas, dari sampah jadi rupiah, dari masalah jadi peluang. Dengan kerja sama semua pihak, Jawa Tengah bisa menjadi pelopor ekonomi sirkular di Indonesia,” pungkasnya.

Comments are closed.