Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Pemkab Rembang Kebut Pembentukan 100 Desa Tangguh Bencana, BPBD Fokus Perkuat Kapasitas Warga Hingga 2026

METROJATENG.COM, REMBANG – Pemkab Rembang meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem dan ancaman bencana dengan mempercepat pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Program ini dilakukan melalui skema Penilaian Ketangguhan Desa (PKD), sebuah instrumen yang menilai kesiapan desa dari berbagai aspek untuk memastikan masyarakat mampu merespons ancaman secara mandiri dan cepat.

Hingga tahun 2025, sebanyak 32 desa di Rembang sudah dikukuhkan sebagai Destana. Jumlah itu ditargetkan melonjak hingga 100 desa pada 2026, sesuai amanat RPJMD 2021–2026.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, mengatakan percepatan ini menjadi langkah strategis mengingat karakter geografis Rembang yang rawan bencana, mulai dari banjir, kekeringan, angin kencang hingga tanah longsor.

“Target kami 2026 ada 100 Desa Tangguh Bencana. Saat ini baru 32 desa yang sudah terbentuk,” jelasnya.

PKD bukan sekadar formalitas. Metode ini menilai kesiapan desa melalui lima komponen utama, yakni:

  • kualitas dan akses layanan dasar,

  • keberadaan regulasi desa terkait kebencanaan,

  • upaya pencegahan serta mitigasi,

  • kesiapsiagaan saat darurat,

  • hingga kapasitas pemulihan pasca bencana.

Dari penilaian tersebut, desa-desa kemudian diklasifikasikan ke dalam tiga jenjang: pratama, madya, dan utama. Klasifikasi ini membantu BPBD melakukan pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Edukasi Masyarakat Terus Diperkuat

Selain memperluas Destana, BPBD Rembang juga menggencarkan edukasi kebencanaan. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan warga, sekolah, media informasi, hingga latihan simulasi.

“Sosialisasi rutin kami lakukan agar masyarakat tidak sekadar tahu, tetapi juga siap mengambil tindakan cepat ketika bencana terjadi,” ujar Sri Jarwati.

BPBD juga menyiapkan program lanjutan setelah target 2026 terpenuhi. Tahun 2027 dirancang menjadi fase penguatan, memastikan desa yang sudah terbentuk benar-benar berfungsi optimal dalam menghadapi bencana.

“Mudah-mudahan target dapat tercapai dengan dukungan semua pihak,” tutupnya.

Dengan langkah ini, Pemkab Rembang berharap masyarakat memiliki ketahanan yang lebih kuat, tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi mampu membangun budaya siaga bencana dari tingkat desa.

Comments are closed.