Spanduk Misterius Gegerkan Pekalongan, Dindik dan Aparat Turun Tangan Telusuri Pelaku
METROJATENG.COM, KOTA PEKALONGAN – Warga Kota Pekalongan dikejutkan oleh munculnya sebuah spanduk berisi tuduhan terhadap seorang oknum kepala sekolah di salah satu SD negeri. Spanduk yang muncul secara tiba-tiba itu tak hanya memicu kegaduhan di lingkungan pendidikan, tetapi juga menimbulkan spekulasi liar setelah beredar luas di media sosial sejak Minggu malam (16/11/2025).
Namun, spanduk tersebut sudah lenyap sebelum pihak berwenang sempat melakukan pengecekan. Tidak ada yang tahu siapa yang memasang, kapan dipasang, maupun siapa yang mencabutnya.
Menanggapi laporan masyarakat, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan mengambil langkah cepat, dengan menggelar rapat tertutup di Kantor Kelurahan Kalibaros yang melibatkan unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, camat, perangkat kelurahan, dan pihak sekolah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan sekaligus Ketua PGRI Kota Pekalongan, Mabruri, menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan menyeluruh. Namun seluruh pihak sekolah menyatakan tidak mengetahui keberadaan spanduk tersebut.
“Tidak ada satu pun warga sekolah yang tahu soal spanduk itu. Saat diperiksa, spanduknya juga sudah tidak ada. Penjaga sekolah datang paling pagi pun bilang tidak melihat apa-apa. Jadi memang benar-benar misterius,” ujar Mabruri.
Dampak Terhadap Sekolah dan Psikologis Murid
Mengingat kontennya menyerang pribadi seseorang, Mabruri menilai isu tersebut sangat sensitif dan berpotensi mengganggu suasana belajar di sekolah.
“Ini terjadi di lingkungan pendidikan. Dampaknya bisa besar, terutama bagi anak-anak dan orang tua. Reputasi sekolah itu dibangun dengan sulit, dan hal seperti ini bisa langsung memengaruhi citra sekolah,” jelasnya.
Dindik pun memutuskan untuk melakukan langkah preventif, termasuk meningkatkan komunikasi dengan masyarakat agar tidak terjadi kegaduhan.
Menanggapi kemungkinan adanya aduan mengenai oknum kepala sekolah, Mabruri menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan BKPSDM sebagai langkah antisipasi.
“Kalau ada laporan resmi, prosedur kepegawaian akan kami jalankan. Mekanismenya sudah kami siapkan,” katanya.
Ia juga menegaskan masyarakat sebaiknya menyampaikan keluhan melalui jalur resmi, bukan lewat pemasangan spanduk yang tidak jelas pelakunya.
Sementara itu, warga sekitar lokasi sekolah mengaku tidak melihat pemasangan spanduk tersebut. Salah satunya, Alimin, yang tinggal dekat area sekolah. Ia menyebut aktivitas sekolah biasanya hanya ramai hingga siang hari, sehingga kemungkinan besar spanduk dipasang pada waktu yang sulit terpantau.
“Warga sini tidak ada yang tahu. Lingkungannya memang sepi. Saya juga tahu dari penjaga sekolah sekitar jam sepuluh pagi,” katanya.
Hingga kini, Dindik Kota Pekalongan bersama aparat kepolisian dan pemerintah kelurahan masih menelusuri pelaku pemasangan spanduk. Karena kontennya menyangkut tuduhan personal, penanganan kasus dilakukan secara hati-hati.
Comments are closed.