Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Prevalensi Stunting Turun ke Bawah 20 Persen, Pemerintah Soroti Penguatan Gizi Ibu Hamil dan Balita

METROJATENG.COM, JAKARTA – Upaya nasional menurunkan angka stunting menunjukkan hasil signifikan. Pemerintah mengumumkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada 2024 berhasil ditekan menjadi 19,8 persen, pencapaian penting karena untuk pertama kalinya angka tersebut berada di bawah ambang 20 persen.

Dalam pemaparan yang disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, pemerintah menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja lintas sektor. Penguatan program gizi ibu hamil dan pemenuhan protein hewani bagi anak usia dini dinilai menjadi fondasi utama menekan kasus baru stunting.

Budi menjelaskan bahwa indikator kesehatan ibu hamil, terutama kecukupan gizi dan pencegahan anemia, sangat menentukan kondisi tumbuh kembang anak. Sementara untuk balita, perhatian khusus diberikan pada kelompok usia 12–24 bulan yang paling rentan mengalami hambatan pertumbuhan jika kebutuhan proteinnya tidak tercukupi.

Selain faktor kesehatan, pemerintah juga menyoroti pentingnya tata kelola dan pendataan yang presisi. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji menilai, kualitas data menentukan ketepatan distribusi program intervensi, mulai dari pemantauan ibu hamil hingga pemberian makanan bergizi untuk balita.

Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa kepemimpinan kepala daerah menjadi penentu keberhasilan program di lapangan. Daerah yang mampu mengintegrasikan pencegahan, layanan kesehatan dasar, hingga penanganan kasus stunting terbukti menunjukkan hasil lebih cepat.

Ia menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan pola kerja yang lebih responsif dan kolaboratif di tingkat daerah, agar target nasional 14 persen pada 2029 dapat tercapai.

Dengan capaian terbaru ini, pemerintah menilai 2024 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi program stunting nasional. Fokus kini diarahkan pada peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, penguatan edukasi gizi, serta sinergi lintas sektor yang lebih efektif di tingkat pusat hingga desa.

Comments are closed.