Kasus Penyimpangan Anak Meningkat, DPMPPA Pekalongan Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini
METROJATENG.COM, KOTA PEKALONGAN – Lonjakan penggunaan gawai dan akses digital tanpa batas kini menjadi tantangan serius dalam upaya melindungi anak dari perilaku berisiko. Pemkot Pekalongan menilai bahwa perubahan pola interaksi anak di ruang digital berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya kasus penyimpangan perilaku, baik sebagai pelaku maupun korban.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Pemenuhan Hak Anak, Per lindungan Perempuan dan Anak DPMPPA Kota Pekalongan, Endah Wulandari, menjelaskan bahwa derasnya arus informasi membuat anak-anak lebih cepat meniru perilaku yang mereka lihat, termasuk yang tidak sesuai dengan usianya. Menurutnya, situasi ini menuntut langkah pencegahan yang lebih terstruktur agar dampaknya tidak semakin meluas.
“Anak-anak sekarang belajar jauh lebih cepat dari apa yang mereka akses di dunia digital. Jika tidak dikendalikan, mereka bisa meniru perilaku yang salah. Karena itu upaya pencegahan harus diperkuat,” terangnya.
Endah menyebutkan, dalam dua tahun terakhir berbagai kasus penyimpangan yang melibatkan anak cenderung semakin beragam dan kompleks. Salah satu pemicu yang paling sering ditemukan adalah tindakan perundungan, yang dapat menimbulkan tekanan psikologis dan mendorong anak melakukan tindakan ekstrem atau perilaku menyimpang lainnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan akan jauh lebih sulit jika anak sudah menunjukkan gangguan perilaku. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah kunci yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
DPMPPA juga menyoroti meningkatnya dampak pergaulan bebas akibat lemahnya pengawasan. Hal ini terlihat dari adanya sekitar 30 permohonan dispensasi pernikahan usia anak yang diajukan ke pihak berwenang. Jumlah tersebut diperkirakan hanya sebagian kecil dari kasus yang terjadi di masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, DPMPPA mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, organisasi perempuan, hingga komunitas sosial untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan.
“Kalau semua bergerak bersama, hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi dalam satu atau dua tahun ke depan langkah ini akan memberikan perubahan yang lebih baik,” tegas Endah.
Upaya edukasi, penguatan pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor kini menjadi fokus utama DPMPPA dalam menekan potensi penyimpangan perilaku anak di Kota Pekalongan.
Comments are closed.