Momentum Hari Pahlawan, PLN Hadirkan Teknologi “Tandure” untuk Wujudkan Pertanian Cerdas di Kebumen
METROJATENG.COM, KEBUMEN – Memaknai semangat Hari Pahlawan sebagai dorongan untuk terus berinovasi, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto memperkenalkan teknologi pertanian cerdas Tandure milik PLN UP3 Cilacap, di Desa Kedungwaru, Kabupaten Kebumen. Inovasi berbasis Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk membantu petani mengelola kebutuhan air secara lebih mudah, efisien, dan hemat biaya.
Manager PLN UP3 Purwokerto, Firman Raharja, menjelaskan bahwa Tandure merupakan penerapan IoT SmartHome Plus milik ICON Plus yang terintegrasi dengan pompa air bertenaga listrik. Melalui sistem ini, petani tidak lagi harus datang langsung ke area pompa untuk memantau debit air atau menyalakan mesin. Tandure ini sudah diimplementasikan di PLN ULP Kebumen.
“Melalui layar handphone, petani dapat memantau debit air, menghidupkan atau mematikan pompa, hingga mengatur pencahayaan. Teknologi ini membuat aktivitas pertanian lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Koneksi internet dari PLN Icon Plus yang tersedia di lokasi sumur pompa semakin memperkuat kemudahan akses petani dalam mengatur kebutuhan air di persawahan kapan saja dan dari mana saja.
Ketua Gapoktan Sidoluhur, Akhmad Fakhrudin, mengisahkan bahwa sejak tahun 2000 para petani di desanya mengandalkan pompa diesel untuk memenuhi kebutuhan pengairan, terutama di musim kemarau. Namun, penggunaan pompa diesel memunculkan banyak kendala, mulai dari biaya solar yang terus meningkat hingga tingginya biaya perawatan mesin.
“Kami harus membeli solar setiap kali menyalakan mesin, dan ketika mesinnya rusak, harus keluar biaya lagi. Kondisi ini berlangsung bertahun-tahun,” tuturnya.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN kemudian memberikan bantuan pompa air bertenaga listrik yang jauh lebih hemat, praktis, dan ramah lingkungan.

Pertanian Makin Modern, Petani Makin Mudah
Fakhrudin mengaku teknologi berbasis IoT dari PLN sangat membantu kegiatan pertanian di desanya, yang sebagian besar merupakan sawah tadah hujan. Dengan sistem Tandure, pengoperasian pompa cukup dilakukan melalui aplikasi di ponsel.
“Dari rumah pun kami bisa mengontrol debit air, memastikan mesin bekerja dengan baik, hingga memonitor kebutuhan sawah secara real time. Alat ini benar-benar memberikan kemudahan dalam pengairan sawah,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada PLN yang telah mendorong petani di desa tersebut menuju pertanian yang lebih cerdas dan modern.
“Terima kasih PLN,” ucapnya.
Dengan hadirnya teknologi Tandure, PLN tidak sekadar menyalurkan energi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan pertanian desa. Inovasi ini menjadi langkah penting menuju transformasi pertanian yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.
Comments are closed.