Kasus Leptospirosis Naik, Dinkes Jateng Ingatkan Warga Waspada Banjir dan Genangan Air
METROJATENG.COM, SEMARANG – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit leptospirosis seiring intensitas hujan yang terus meningkat. Penyakit zoonosis yang ditularkan melalui bakteri Leptospira interrogans ini kerap melonjak kasusnya pada saat banjir dan genangan air.
Plt Subkoordinator Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Jateng, Zanuar Abidin, menjelaskan bahwa leptospirosis masih menjadi perhatian serius di wilayahnya. Sepanjang Januari hingga September 2025 tercatat 685 kasus dengan 108 kematian. Angka tersebut menunjukkan tingkat fatalitas 16,41 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 545 kasus dengan 66 kematian.
“Risiko penularan akan meningkat ketika curah hujan tinggi dan terjadi banjir, karena kontaminasi urine tikus pada air atau tanah lebih mudah terjadi,” ujar Zanuar.
Menurutnya, peningkatan populasi tikus di sekitar permukiman saat musim hujan turut memperbesar potensi penularan. Tikus cenderung berpindah ke tempat yang lebih kering, sehingga kontak dengan manusia dapat terjadi lebih sering.
Zanuar menegaskan bahwa pencegahan leptospirosis tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia mendorong penerapan konsep One Health yang mengedepankan kolaborasi antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan. Pendekatan ini dinilai sangat relevan karena penularan leptospirosis melibatkan faktor biologis, lingkungan, dan perilaku hidup masyarakat.
“Dengan kerja sama lintas sektor yang kuat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, pengendalian leptospirosis bisa lebih efektif,” jelasnya.
Dinkes Jateng juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta menghindari kontak langsung dengan air banjir atau genangan. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam tinggi mendadak, nyeri otot, mata kemerahan, atau keluhan lain yang dicurigai sebagai leptospirosis.
“Kewaspadaan masyarakat sangat penting untuk menekan angka kejadian dan kematian,” tambah Zanuar.
Comments are closed.