RSUD Dr Moewardi Berhasil Tangani Kasus Langka Stenosis Laringotrakeal, Gunakan Teknologi Canggih Montgomery T-Tube
METROJATENG.COM, SURAKARTA — Tim medis RSUD Dr Moewardi kembali mencatat prestasi gemilang di dunia kedokteran. Rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Tengah itu berhasil melakukan tindakan pemasangan Montgomery T-Tube (MTT) pada dua pasien dengan stenosis laringotrakeal derajat berat, yakni penyempitan saluran udara antara tenggorokan (laring) dan batang tenggorokan (trakea).
Operasi yang berlangsung selama 90 menit ini dinilai sangat kompleks karena dilakukan pada pasien lansia berusia 60 tahun dan remaja 16 tahun, keduanya mengalami kesulitan bernapas meski telah menggunakan kanul trakeostomi serta kehilangan kemampuan bicara.
Direktur RSUD Dr Moewardi, Zulfachmi Wahab, menjelaskan, tindakan medis dilakukan dengan metode Cold & Coblation Excision melalui Direct Laryngoscopy, teknik modern yang minim perdarahan dan mempercepat pemulihan pasien.
“Metode ini mampu mengangkat jaringan penyempitan secara presisi dengan risiko granulasi ulang yang sangat kecil. Kami juga mengombinasikannya dengan pemberian obat Mytomicin untuk mencegah pertumbuhan jaringan parut,” ujar Zulfachmi.
Kondisi Pasien Berangsur Pulih
Pascaoperasi, kondisi kedua pasien dilaporkan stabil. Mereka kini dapat bernapas melalui hidung tanpa sesak dan mulai kembali berbicara secara bertahap. Pemasangan Montgomery T-Tube direncanakan akan berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun, sembari pasien menjalani rehabilitasi wicara dan pemantauan napas rutin.
“Pendampingan pascaoperasi menjadi kunci utama agar hasilnya optimal dan tidak terjadi kekambuhan stenosis,” tambah Zulfachmi.
Keberhasilan tindakan ini merupakan hasil kerja sama Tim Dokter Spesialis THT-BKL RSUD Dr Moewardi dengan Konsultan Laring Faring RSUD Dr Saiful Anwar Malang, M Dwijo Murdiyo, serta mendapat dukungan dari Perhimpunan Dokter Spesialis THT-BKL Indonesia (Perhati-KL) Cabang Solo.
Zulfachmi menekankan, capaian ini menjadi bukti nyata komitmen RSUD Dr Moewardi sebagai pusat rujukan medis dan inovasi kedokteran di Jawa Tengah.
“Operasi ini bukan hanya prestasi teknis, tetapi juga bentuk pembelajaran bersama. Kami berharap pengalaman ini membuka jalan bagi penanganan kasus-kasus serupa di masa depan,” jelasnya.
Ketua KSM THT-KL RSUD Dr Moewardi, Putu Wijaya Kandhi, menambahkan bahwa penggunaan Montgomery T-Tube memberikan harapan baru bagi pasien stenosis laringotrakeal.
“Dengan teknik Cold & Coblation Excision, tingkat keberhasilan mencapai 80–90 persen. Selain meningkatkan kemampuan bernapas dan berbicara, bahan silikon pada alat ini juga aman untuk pemasangan jangka panjang,” terangnya.
Selain keberhasilan operasi, RSUD Dr Moewardi juga menghadirkan dr Diar Mia Ardani sebagai pemateri Kuliah Pakar untuk memperluas wawasan medis para dokter dan tenaga kesehatan.
Dengan capaian ini, RSUD Dr Moewardi semakin menegaskan perannya sebagai garda depan inovasi layanan kesehatan di Indonesia, sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi pengembangan teknik bedah THT modern di tanah air.
Comments are closed.