METROJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta resmi meluncurkan Program Studi (Prodi) Doktor (S3) Studi Islam, sebagai langkah transformasi akademik dan perluasan kontribusi intelektual di tingkat nasional. Peluncuran yang digelar di kampus Pakis ini dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Sahiron.
Mengangkat tema “Jalan Baru Kajian Islam di Indonesia: Digital Islam, Postkolonialisme, dan Kenusantaraan”, program ini menandai terobosan penting UIN Surakarta dalam merumuskan pendekatan kajian keislaman yang lebih kontekstual dan multidisipliner.
Rektor UIN Surakarta, Toto Suharto, menyebut peluncuran ini sebagai hasil dari kerja kolektif yang penuh makna dan menjadi bagian dari visi besar kampus menuju keunggulan akademik nasional.
“Ini bukan sekadar peluncuran prodi baru, tetapi buah dari kerja berdampak yang akan membawa berkah dan kemaslahatan bagi umat. Semoga Prodi S3 Studi Islam ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan intelektual UIN Surakarta,” ujar Rektor Toto.
Dalam sambutannya, Direktur Diktis Sahiron menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menjelaskan pentingnya pembeda mendalam antara jenjang pendidikan tinggi, terutama pada level doktoral.
“Jika mahasiswa S1 mendeskripsikan data dan S2 menganalisisnya, maka mahasiswa S3 harus mampu menggali makna lebih dalam. Studi doktoral adalah soal melihat dunia melalui lensa yang lebih tajam dan kritis,” ujar Sahiron, yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Tafsir.
Acara peluncuran ditutup dengan penandatanganan nota peresmian oleh Rektor UIN Surakarta dan Direktur Diktis Kementerian Agama, sebagai simbol komitmen bersama membangun peta keilmuan Islam yang lebih progresif dan relevan dengan zaman.
Comments are closed.