Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Proyek Longstorage Kalipang Dimulai, Solusi Permanen Atasi Banjir dan Kekeringan di Rembang

METROJATENG.COM, REMBANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Rembang untuk mengatasi persoalan banjir dan kekeringan di wilayah perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur kini mulai menunjukkan hasil nyata. Pembangunan longstorage di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, resmi dimulai, ditandai dengan mobilisasi alat berat oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana ke lokasi proyek.

Bupati Rembang, H. Harno, mengatakan, pembangunan longstorage sepanjang sekitar lima kilometer itu menjadi langkah penting dalam pengelolaan sumber daya air di daerah yang selama ini rawan kekeringan saat kemarau dan banjir ketika musim hujan tiba.

“Longstorage di Sarang ini akan menjadi penyangga utama air hujan dan limpasan Sungai Kalipang. Nantinya, air tersebut bisa diolah PDAM untuk kebutuhan masyarakat, sekaligus menopang irigasi pertanian warga,” ujar Harno.

Longstorage Kalipang dibangun dengan desain tanggul selebar tiga meter di bagian atas dan antara lima hingga tujuh meter di bagian bawah, membentang di kiri-kanan sungai. Proyek ini membutuhkan lahan sekitar 10,4 hektare dan diperkirakan mampu menyuplai air baku bagi 900 kepala keluarga serta mengairi 25 hektare lahan hortikultura di sekitarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TARU) Rembang, Maryosa, menyebutkan proyek ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam pengelolaan air di kawasan perbatasan Jateng–Jatim.

“Pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada akhir 2025. Jika tidak ada kendala, insyaallah pada 2026 longstorage ini sudah bisa beroperasi,” kata Maryosa.

Proyek yang didanai APBN ini juga melibatkan peran aktif Pemerintah Kabupaten Rembang dalam penyediaan lahan dan dukungan teknis di lapangan.

Dengan beroperasinya longstorage Kalipang nanti, masyarakat Sarang dan sekitarnya diharapkan tak lagi khawatir menghadapi kekeringan. Fasilitas ini bukan hanya menjamin ketersediaan air bersih, tetapi juga memperkuat ketahanan pertanian dan ekonomi warga.

Comments are closed.