Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Bangun Kesadaran Lingkungan dari Balik Jeruji, Rutan Pekalongan Edukasi Warga Binaan Kelola Sampah

METROJATENG.COM, KOTA PEKALONGAN – Rutan Kelas IIA Pekalongan terus mendorong pembinaan warga binaan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi pengelolaan sampah bagi seluruh tahanan dan narapidana, yang berlangsung di Lapangan Rutan Pekalongan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, bersama jajaran pejabat struktural dan petugas rutan. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima penjelasan teoritis, tetapi juga menyaksikan praktik langsung pemilahan sampah sesuai jenisnya, sebagai upaya membentuk kebiasaan baru yang ramah lingkungan.

Nanang Adi Susanto menegaskan, pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan rutan yang bersih dan sehat. Menurutnya, pembiasaan memilah sampah merupakan bagian dari perubahan perilaku yang harus ditanamkan sejak dini kepada warga binaan.

Ia menjelaskan bahwa sistem pemilahan diterapkan secara sederhana namun konsisten, dengan membedakan sampah organik, anorganik, dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) menggunakan tempat sampah berwarna berbeda. Langkah ini diharapkan memudahkan warga binaan dalam memahami sekaligus mempraktikkan pengelolaan sampah sehari-hari.

Lebih jauh, Rutan Pekalongan juga tengah menyiapkan program lanjutan berupa kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan. Melalui pembentukan bank sampah, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai diharapkan dapat diolah menjadi sumber manfaat ekonomi, sekaligus menjadi media pembelajaran kewirausahaan bagi warga binaan.

Tak hanya itu, pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan pembuatan pupuk kompos juga akan dioptimalkan. Program ini dinilai mampu mengurangi volume limbah, mendukung kebutuhan pupuk alami, serta memperkuat ketahanan pangan di lingkungan rutan.

Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai, edukasi pengelolaan sampah di lingkungan rutan merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan dari level paling dasar.

Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam program bank sampah, kompos, dan maggot tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. DLH, kata dia, siap memberikan pendampingan teknis dan penguatan kelembagaan agar program tersebut dapat berjalan berkesinambungan.

Pemerintah Kota Pekalongan juga mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun antara Rutan Pekalongan dan DLH. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis edukasi dan pemberdayaan, sekaligus mendukung terwujudnya kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Kegiatan Rutan Pekalongan, Eko Kurniawan, menilai sosialisasi pengelolaan sampah sebagai bagian penting dari proses pembinaan karakter warga binaan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan hidup yang berguna saat kembali ke tengah masyarakat.

Melalui program ini, Rutan Pekalongan berharap pembinaan yang dilakukan mampu memberikan dampak nyata, tidak hanya di dalam lingkungan rutan, tetapi juga dalam membentuk pribadi warga binaan yang lebih mandiri, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Comments are closed.