Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dinkominfo Banyumas Hadirkan ‘Simpan Mas’, Terobosan Digital untuk ASN Lebih Cerdas, Cepat, dan Efisien dalam Bekerja

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas semakin serius mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan adaptif di era digital. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan menghadirkan Simpan Mas (Sistem Informasi Manajemen Pengetahuan Banyumas), sebuah aplikasi inovatif yang dirancang untuk mendukung kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih efektif, efisien, sekaligus berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik.

Inovasi ini lahir dari gagasan Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Banyumas, Hendriarto Wigunawan ST.MAP.MA yang melihat pentingnya digitalisasi pengetahuan dalam birokrasi.

“Selama ini banyak ilmu dan data penting yang tercecer atau hanya tersimpan secara personal. Dengan Simpan Mas, semua bisa terdokumentasi, tersimpan dengan aman, dan mudah diakses siapa saja yang membutuhkannya,” jelas Hendriarto.

Terkait inovasi ini, Hendriarto memaparkan, Simpan Mas juga bertujuan untuk meningkatkan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Banyumas. Dimana SPBE akan dievaluasi setiap tahun oleh Kemenpan RB dan menghasilkan indeks sebagai penilaiannya, skornya mulai dari 1-5.

“Untuk Kabupaten Banyumas skor SPBE sudah cukup baik, yaitu pada 4,09, sebuah pencapaian yang progresif, karena pada dua tahun lalu skornya masih 2,6, kemudian tahun berikutnya naik menjadi 3,39 dan sekarang 4,09. Ada 4 domain, 8 aspek dan 47 indikator dalam penilaian tersebut. Dan Simpan Mas mendukung domaian manajemen, dimana nilai Banyumas masih 2, untuk bisa naik syaratnya harus ada digitalisasi manajemen pengetahuan, karena itulah inovasi Simpan Mas dibuat,” ungkapnya.

Digitalisasi manajemen pengetahuan, lanjut Hendriarto, merupakan sebuah sistem yang menampung pengetahuan di Banyumas. Selama ini, Banyumas sudah memiliki banyak aplikasi, namun untuk yang khusus menampung pengetahuan belum ada.

Hendriarto mencontohkan, setiap kali ASN mengikuti bimbingan teknis, materi yang diperoleh akan disimpan dalam laptop pribadi, flasdish ataupun komputer di kantor. Metode penyimpanan ini sangat berisiko, karena laptop bisa rusak dan flasdish bisa hilang. Selain itu, materi yang diperoleh juga tidak dapat diakses oleh ASN lain.

“Materi ini banyak sekali manfaatnya, dan pastinya suatu saat akan ada ASN lain yang juga membutuhkan. Dengan adanya Simpan Mas ini, maka materi pelatihan bisa disimpan dalam aplikasi tersebut dan bisa diakses oleh ASN lain,” terangnya.

Caption Foto : Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Banyumas, Hendriarto Wigunawan ST.MAP.MA bersama Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat lonching inovasi Aksi Perubahan Kinerja Organisasi (APKO) beberapa waktu lalu. (Foto : Dok. Dinkominfo Banyumas).

 

Kerja Efektif dan Efisien

Dalam dunia ASN, mutasi, promosi, dan pensiun adalah hal yang lumrah. Namun, seringkali pengetahuan dan data ikut “pindah” bersama pejabat lama, sehingga pejabat baru membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.

Melalui Simpan Mas, hal tersebut bisa diantisipasi. Semua data dan dokumen penting tetap tersimpan di sistem, sehingga siapa pun pejabat penggantinya bisa langsung melanjutkan pekerjaan tanpa kehilangan informasi berharga.

Sebagai contoh, dalam program Smart City, data kegiatan tahun lalu bisa langsung diakses melalui aplikasi, tanpa perlu repot menghubungi pegawai lama.

Untuk tahap awal, Simpan Mas sudah diimplementasikan pada 5 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinkominfo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapedalitbang), Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPSDM), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) dan Bagian Organisasi Setda Banyumas.

Ke depan, dalam enam bulan mendatang, Simpan Mas ditargetkan menjangkau OPD lebih luas lagi. Integrasi antarsektor akan menjadi kunci pengembangan aplikasi ini, sehingga benar-benar mampu menjadi “perpustakaan digital” pengetahuan ASN Banyumas.

Caption Foto : Beberapa aplikasi yang ada di Kabupaten Banyumas. (Foto : Dok. Dinkominfo Banyumas).

 

Tantangan dan Dukungan Infrastruktur

Meski manfaatnya besar, Simpan Mas juga menghadapi tantangan. Pertama adalah soal perlunya membangun budaya utuk penyimpan pengetahuan dan berbagi pengetahuan di kalangan ASN. Dan ini membutuhkan proses untuk menyamakan persepsi terkait pentingnya menyimpan dan berbagi pengetahuan.

Kedua, dari sisi infrastruktur. Dinkominfo Banyumas masih membutuhkan server berkapasitas besar untuk menampung ribuan file dari seluruh OPD. Dukungan anggaran dan investasi teknologi menjadi hal yang tak terelakkan.

“Bukan soal kecepatan server, tapi daya tampungnya. Kita butuh server yang mampu menyimpan data besar, karena ini akan menjadi pusat pengetahuan Banyumas,” terang Hendriarto.

Hadirnya Simpan Mas menjadi simbol semangat Banyumas dalam membangun pemerintahan yang modern dan adaptif. Aplikasi ini bukan sekadar alat penyimpanan, tetapi juga strategi membangun ASN yang lebih cerdas, kolaboratif, dan cepat dalam bekerja.

Dengan digitalisasi pengetahuan, setiap ASN dapat belajar dari pengalaman yang terdokumentasi, memperkaya wawasan, sekaligus mempercepat adaptasi. Pada akhirnya, yang diuntungkan bukan hanya birokrasi, tetapi juga masyarakat Banyumas yang mendapatkan pelayanan publik lebih berkualitas.

Comments are closed.