Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Nikah Dini Menurun, Kemenag Perkuat Edukasi Remaja Lewat Program BRUS

METROJATENG.COM, JAKARTA – Angka pernikahan anak di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) Kementerian Agama, tercatat ada 8.804 pasangan anak yang menikah pada 2022. Angka ini menyusut menjadi 5.489 pasangan di tahun 2023, dan kembali turun menjadi 4.150 pasangan pada 2024.

Penurunan ini menjadi angin segar sekaligus pemacu semangat Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat program edukasi remaja, salah satunya melalui Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).

Sebanyak 100 penghulu dari berbagai daerah kini dibekali pelatihan intensif lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator BRUS. Para penghulu ini tak hanya akan menikahkan pasangan sah, tetapi juga menjadi garda depan dalam membentuk generasi muda yang lebih tangguh dan sadar akan masa depan.

“Bimtek ini membekali fasilitator agar mampu mengajak remaja mengenali dan memahami karakter diri mereka. Pemahaman terhadap diri sendiri berkaitan erat dengan ketahanan dalam mengambil keputusan, termasuk soal pernikahan,” ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar.

Menurut Cecep, remaja yang paham jati diri dan ajaran agama secara kontekstual akan lebih siap menghadapi tekanan sosial. Program BRUS dirancang bukan hanya untuk mencegah pernikahan dini, tetapi juga untuk menangkal berbagai risiko sosial seperti seks bebas, perundungan, kecanduan gim, judi daring, hingga narkoba.

“Pembinaan menyeluruh bagi remaja akan memperkuat daya tahan mental, spiritual, dan sosial generasi muda. Itulah pondasi bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Dengan program BRUS, Kemenag berharap remaja Indonesia tak hanya menghindari bahaya pernikahan dini, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang matang, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Comments are closed.