Rumah Energi, Sarihusada dan Danone Ecosystem Perkuat Ketahanan Peternak Lewat Program FRESH
*Dampingi 511 peternak, bangun 172 instalasi biogas hingga pertengahan 2025
METROJATENG.COM, YOGYAKARTA- Yayasan Rumah Energi bersama Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) dan Danone Ecosystem terus mendorong transformasi peternakan sapi perah rakyat yang berkelanjutan dan inklusif melalui Program FRESH (Farmer Resilience and Enhanced Sustainable Husbandry).
Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Lokakarya dan Kunjungan Lapangan yang digelar di Kaliurang, Yogyakarta, Selasa (29/7). Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, dinas terkait dari DIY dan Jawa Tengah, koperasi susu, akademisi, serta para peternak.
Program FRESH yang telah berjalan sejak 2023 ini fokus pada empat pilar utama: peningkatan kapasitas peternak dan koperasi, penguatan infrastruktur, uji coba dan inovasi, serta mitigasi perubahan iklim. Hingga pertengahan 2025, program ini berhasil mendampingi 511 peternak dan 6 koperasi secara intensif serta membangun 172 unit instalasi biogas dan memperbaiki 27 unit lainnya.
Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang, menyebut keberhasilan peternak sangat dipengaruhi oleh akses terhadap pelatihan, teknologi, dan pendampingan. “Biogas bukan hanya menekan biaya energi, tapi juga memperbaiki sanitasi dan lingkungan. Limbahnya, bio-slurry, bisa digunakan sebagai pupuk hijauan yang mendukung ketahanan pangan lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, hal ini sejalan dengan visi Indonesia Berdaya yang diusung Rumah Energi—mendorong masyarakat mandiri secara ekonomi, tangguh terhadap perubahan iklim, dan mampu mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
Dari sisi capaian, FRESH turut meningkatkan kualitas dan produksi susu di berbagai koperasi seperti Samesta, UPP Kaliurang, dan KJUB Puspetasari. Total populasi sapi yang dikelola para penerima manfaat kini mencapai 142 ekor, termasuk 18 ekor bunting.
Senior Director of Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menyatakan bahwa FRESH mencerminkan komitmen jangka panjang Sarihusada dalam membangun ekosistem susu yang inklusif. “Keberhasilan industri susu tak lepas dari kesejahteraan peternak rakyat. FRESH tidak hanya soal produksi, tapi juga penguatan kapasitas dan kelembagaan agar peternak bisa tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.
Senada, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si, menilai FRESH sebagai contoh nyata transformasi peternakan rakyat. “Program ini menjawab tantangan regenerasi peternak dan perubahan iklim. Ini model pengembangan peternakan masa depan yang menyeluruh dan berdaya saing,” tegasnya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para peternak, seperti Jenarwan dari Jemowo, Boyolali. “Dulu saya hanya memberi makan dan memerah susu. Sekarang saya tahu pentingnya pencatatan produksi, kesehatan ternak, dan manajemen keuangan. Pendampingan ini mengubah cara pandang saya. Produksi dan kualitas susu saya meningkat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar program pendampingan, FRESH juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan, perbaikan gizi, hingga pencegahan stunting melalui peningkatan akses terhadap susu berkualitas—sebagai sumber gizi makro dan mikro bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga Indonesia.(ris)
Comments are closed.