Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Sumarno Dorong Pengawas Ketenagakerjaan Jadi Garda Depan Dukung Investasi Jateng

METROJATENG.COM, SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan pentingnya peran pengawas ketenagakerjaan dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di wilayahnya. Dalam era pertumbuhan industri yang pesat, ia menyebut pengawasan ketenagakerjaan sebagai ujung tombak dalam menjaga keseimbangan antara dunia usaha dan hak pekerja.

“Pengawas ketenagakerjaan adalah penjaga harmoni industri. Mereka harus hadir sebagai penengah yang adil antara kepentingan pengusaha dan pekerja,” ujar Sumarno.

Jawa Tengah, yang kini ditetapkan pemerintah pusat sebagai penopang utama sektor pangan dan industri, menurutnya memerlukan kerja ekstra dari seluruh elemen pengawasan. Salah satunya dalam memastikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) benar-benar diterapkan untuk mengurangi potensi kecelakaan kerja.

“Semakin banyak industri, semakin kompleks tantangan yang dihadapi pengawas. Tapi ini juga peluang bagi kita untuk menunjukkan bahwa Jateng serius menjaga ekosistem kerja yang aman dan adil,” tambahnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng, Abdul Aziz, memaparkan bahwa per Juli 2025 terdapat 102.651 perusahaan di Jawa Tengah yang mempekerjakan lebih dari 2,2 juta tenaga kerja. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring derasnya arus investasi dan pertumbuhan industri.

“Pengawasan yang efektif adalah fondasi dari iklim kerja yang produktif dan harmonis,” tegas Aziz. Ia menyebut para pengawas tak hanya memastikan hak pekerja terlindungi, tetapi juga membantu pengusaha memenuhi kewajiban sesuai norma ketenagakerjaan.

Saat ini, fungsi pengawasan dijalankan oleh 131 pengawas ketenagakerjaan yang tersebar di enam satuan wilayah: Pati, Semarang, Pekalongan, Banyumas, Magelang, dan Surakarta.

“Dengan sinergi yang kuat, kami yakin pengawasan yang baik akan membawa dampak besar terhadap keberlanjutan industri dan kesejahteraan tenaga kerja di Jawa Tengah,” pungkas Aziz.

Comments are closed.