Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

‘Listrik untuk Rakyat’, PLN ULP Ajibarang Hadirkan Cahaya Harapan di Rumah Warga Tak Mampu

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Di tengah geliat pembangunan dan modernisasi, masih ada warga yang hidup dalam kegelapan malam tanpa aliran listrik di rumahnya. Melalui program sosial bertajuk Light Up The Dream (LUTD), PLN hadir untuk mengubah kenyataan itu. Kali ini, giliran rumah Ibu Sawen, warga kurang mampu di Desa Cibangkong, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, yang disambangi PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ajibarang.

Rumah sederhana yang dulunya gelap gulita di malam hari kini disinari terang, menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi masyarakat kecil. Program LUTD menjadi wujud nyata komitmen “Listrik untuk Rakyat”, menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum bisa menikmati layanan dasar ini karena keterbatasan ekonomi.

Manager ULP Ajibarang, Rudy Haryanto, bersama Asisten Manager Keuangan dan Umum, Fany Adhitya Priyatna, turun langsung ke lokasi. Mereka tidak hanya memastikan sambungan listrik terpasang dengan aman, tetapi juga menyampaikan semangat dan kepedulian dari PLN kepada warga.

“Melalui Light Up The Dream, PLN hadir menghadirkan listrik untuk rakyat. Kami percaya bahwa setiap rumah, tanpa kecuali, berhak untuk merasakan terang, meskipun berasal dari keluarga tidak mampu,” ujar Rudy.

Program ini merupakan inisiatif kemanusiaan yang menitikberatkan pada pemberdayaan warga pra-sejahtera, agar tidak tertinggal dari sisi infrastruktur dasar, terutama akses terhadap energi listrik.

Caption Foto : Petugas dari PLN ULP Ajibarang mendatangi rumah Ibu Sawen, warga Desa Cibangkong, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, untuk memberikan bantuan Light Up The Dream. (Foto : Dok. PLN ULP Ajibarang).

 

Dampak Nyata bagi Kehidupan Warga

Tak hanya menyambungkan listrik, PLN juga membawa semangat perubahan. Menurut Rudy, listrik yang kini menyala di rumah Ibu Sawen diharapkan bisa menjadi pintu pembuka bagi aktivitas produktif, mulai dari anak-anak belajar di malam hari hingga kemungkinan membuka usaha kecil.

“Ibu Sawen adalah ibu rumah tangga. Dengan adanya listrik, siapa tahu ada peluang untuk mulai usaha rumahan, atau kegiatan lain yang bisa membantu ekonomi keluarga,” tambahnya.

Ibu Sawen tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik.

“Terima kasih PLN. Rumah kami yang dulu gelap sekarang sudah terang. Kami sangat terbantu. Semoga lebih banyak tetangga kami yang bisa mendapatkan bantuan seperti ini,” ucapnya haru.

Selama ini, ia hanya bisa berharap suatu hari bisa memasang listrik sendiri, namun keterbatasan biaya membuat harapan itu sulit terwujud. Kini, berkat LUTD, impian sederhana itu menjadi kenyataan.

Program Light Up The Dream merupakan langkah konkret PLN dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Tak hanya menjangkau kawasan perkotaan, program ini menyasar desa-desa pelosok, memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam hal akses energi.

Hingga kini, ribuan rumah warga tidak mampu di berbagai daerah telah tersambung listrik melalui program ini. PLN berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan, bekerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan lembaga lokal.

“PLN tidak hanya membangun jaringan listrik, tapi juga membangun harapan dan masa depan yang lebih cerah,” ujar Fany Adhitya Priyatna.

Program LUTD menjadi bukti bahwa akses terhadap energi adalah hak, bukan kemewahan. Terang yang kini hadir di rumah Ibu Sawen hanyalah satu dari sekian banyak cahaya yang sedang dinyalakan PLN di seluruh Indonesia. PLN percaya, dengan listrik, kehidupan warga bisa lebih produktif, sehat, dan sejahtera. Karena sejatinya, listrik adalah cahaya harapan, dan rakyat berhak hidup dalam terang.

Comments are closed.