Waspadai Potensi Gempa! BPBD Magelang Ungkap Ancaman Baru dari Sesar Aktif
METROJATENG.COM, MAGELANG – Kabupaten Magelang selama ini dikenal dengan ancaman erupsi Gunung Merapi. Namun kini, ancaman bencana lain mulai terungkap, yaitu potensi gempa bumi akibat pergerakan sesar aktif yang tersebar di berbagai titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengungkap hasil identifikasi ini dalam Dialog Kebencanaan bertajuk Pengurangan Risiko Gempa Bumi dan Likuifaksi Akibat Sesar Lokal . Kegiatan ini menghadirkan akademisi, pemerintah daerah, hingga komunitas kebencanaan sebagai bagian dari upaya menyatukan langkah mitigasi.
Menurut Helmy Murwanto, Dosen Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, keberadaan sesar aktif terdeteksi mulai dari kawasan permukiman hingga alur sungai di sejumlah kecamatan. Penelusuran ini juga terkait dengan penelitian geologi pada bekas danau purba Borobudur.
“Sesar itu banyak ditemukan mengikuti alur sungai. Bahkan pada titik-titik tertentu, ditemukan bekas likuifaksi dan pergerakan tanah besar yang dulu bisa saja merusak struktur bangunan kuno, termasuk Candi Borobudur,” ujar Helmy.
Menariknya, di sejumlah lokasi ditemukan sumber mata air asin dan hangat, yang diduga berasal dari laut yang terperangkap di bawah tanah selama ribuan tahun—indikasi gejala geologi akibat pergerakan sesar.
Namun, pemetaan lengkap pergerakan sesar masih menjadi tantangan. Banyaknya endapan tanah membuat garis patahan tidak mudah dikenali. Meski begitu, potensi gempa tektonik dari sesar lokal tetap bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Kalau gempa itu terjadi di darat dan dangkal, dampaknya bisa sangat merusak,” tambahnya.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Magelang, Teguh Hardiyono, menekankan pentingnya dialog ini untuk membangun kesadaran semua pihak, dari pemerintah hingga warga.
“Hasil identifikasi awal kami menunjukkan keberadaan sesar aktif nyata di wilayah selatan Magelang. Ini menjadi PR besar yang harus disikapi bersama oleh seluruh unsur pentahelix,” kata Teguh.
Target utama dari kajian ini adalah menyusun peta struktur sesar aktif Kabupaten Magelang, yang kelak menjadi acuan dalam perencanaan wilayah, baik untuk permukiman, industri, maupun infrastruktur publik.
“Kalau kita tahu potensi risiko, lokasi sesar, dan dampaknya, maka mitigasi bisa lebih tepat. Ini bentuk warisan kita untuk melindungi generasi mendatang dari bencana,“ tutupnya.
Comments are closed.