METROJATENG.COM, JAKARTA – Pemerintah telah meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis sejak 10 Februari 2025, namun masih banyak masyarakat yang belum tahu bagaimana cara mengikuti program ini. Padahal, layanan ini ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia, dari bayi baru lahir hingga lansia dan bisa diakses tanpa dipungut biaya.
Program ini menjadi langkah preventif pemerintah untuk menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular, seperti stroke dan penyakit jantung, yang jumlahnya mencapai lebih dari 600 ribu kasus setiap tahun. Pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi kunci utama untuk mendeteksi dini berbagai penyakit berbahaya.
Untuk melakukan cek kesehatan gratis, masyarakat dapat memilih salah satu dari tiga cara berikut:
1. Melalui Aplikasi Satu Sehat Mobile
-
Unduh aplikasi Satu Sehat Mobile melalui Play Store atau App Store.
-
Registrasi dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan).
-
Pilih menu Cek Kesehatan Gratis.
-
Cari dan pilih Puskesmas terdekat serta jadwal yang tersedia.
-
Simpan bukti pendaftaran digital untuk ditunjukkan saat datang.
2. Lewat WhatsApp Chatbot (0811-1050-0567)
-
Simpan nomor 0811-1050-0567 di ponsel Anda.
-
Kirim pesan “Cek Kesehatan” via WhatsApp.
-
Ikuti instruksi otomatis yang diberikan chatbot.
-
Setelah terdaftar, Anda akan menerima informasi lokasi dan waktu pemeriksaan.
3. Datang Langsung ke Puskesmas Terdekat
-
Bawa KTP atau Kartu Keluarga (KK).
-
Petugas Puskesmas akan membantu proses pendaftaran di tempat.
-
Cocok untuk masyarakat yang belum memiliki akses internet atau ponsel pintar.
Program ini dilaksanakan di lebih dari 10.200 Puskesmas di seluruh Indonesia, dengan prioritas utama pada fasilitas kesehatan tingkat pertama. Klinik-klinik akan dilibatkan secara bertahap. Bagi yang sehat, akan diberikan panduan pola hidup sehat. Dan bagi yang ditemukan memiliki penyakit, akan dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut.
Program ini juga menyasar anak-anak usia sekolah (7–17 tahun). Setiap tahun ajaran baru, siswa SD hingga SMA akan mendapatkan pemeriksaan rutin di sekolah masing-masing. Dengan layanan ini, masyarakat diajak untuk lebih sadar kesehatan sejak dini. Pemerintah berharap, pergeseran dari pengobatan ke pencegahan ini dapat menurunkan beban penyakit dan meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.
Comments are closed.