Dari Pekarangan Rumah, Kandang Bambu Karya Joko Kandang Tembus Pasar Luar Daerah
METROJATENG.COM, MAGELANG – Bermula dari kebutuhan pribadi dan semangat berwirausaha, Joko Santoso (51), warga Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, kini sukses mengembangkan bisnis pembuatan kandang ayam petelur skala rumahan berbahan bambu yang diminati banyak orang. Bahkan, produknya kini dipesan hingga ke luar kota.
Dikenal dengan julukan “Joko Kandang“, pria ini telah menekuni usaha kreatifnya sejak 2012. Inovasinya tak hanya terletak pada bahan ramah lingkungan yang digunakan, tetapi juga sistem knock-down (bongkar pasang) yang membuat kandang lebih praktis untuk dipindahkan maupun dibersihkan.
“Model kandangnya cocok untuk pekarangan rumah. Ringan, kuat, dan mudah digeser,” terangnya.
Dengan ukuran 2 x 1,5 meter dan tinggi 1,5 meter, satu unit kandang memiliki tiga susun kotak, masing-masing menampung 10 ekor ayam. Total kapasitas mencapai 30 ekor. Kandang ini dijual seharga Rp350.000 per unit, dan bisa dipesan sesuai kebutuhan.
Menurut Joko, untuk satu kandang, dibutuhkan sekitar tiga batang bambu legi, jenis bambu yang tahan lama dan tidak mudah dimakan hama. Proses produksinya pun relatif cepat, hanya dua hingga tiga hari per unit.
Tak hanya warga sekitar, konsumen dari berbagai daerah juga mulai melirik produk ini. Salah satunya, M. Alam, warga Sleman, Yogyakarta, yang baru saja memesan empat unit kandang untuk usaha petelur rumahan.
“Dari 120 ayam, saya targetkan bisa produksi sekitar 70 butir telur per hari. Ini langkah awal saya belajar usaha peternakan,” ujar Alam, alumni Fakultas Ekonomi Syariah UII Yogyakarta.
Joko berharap, inovasi kandang bambunya bisa membantu banyak orang memulai usaha ayam petelur dari rumah. Baginya, keberhasilan bukan soal besar kecil usaha, tapi tentang kemauan untuk mulai dan terus belajar.
Comments are closed.