Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Dorong Keadilan Energi dan Ekonomi Rakyat, Komisi XII Sambut Antusias RUPTL 2025–2034

METROJATENG.COM, JAKARTA – Komitmen pemerintah dalam mewujudkan keadilan energi dan pertumbuhan ekonomi inklusif mendapat sambutan hangat dari anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan M.B.A. Ia menyatakan dukungan penuhnya terhadap Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang baru saja disahkan oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Menurut Irsan, RUPTL ini bukan sekadar peta jalan pembangunan listrik nasional, melainkan juga strategi besar yang akan mengubah wajah perekonomian desa dan memberantas ketimpangan energi di seluruh penjuru negeri.

“Kita bicara tentang 69,5 GW kapasitas listrik. Tapi lebih dari itu, kita bicara tentang pemerataan akses, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan keadilan sosial,” ujarnya.

Salah satu program unggulan dalam RUPTL yang menuai apresiasi Irsan adalah program Listrik Desa (Lisdes). Pemerintah menargetkan elektrifikasi ke lebih dari 10 ribu desa dan dusun, disertai pembangunan pembangkit sebesar 394 MW dan penyambungan listrik ke hampir 780 ribu rumah tangga.

Sebagai wakil dari Aceh, Irsan menyoroti relevansi program ini dengan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya, yang masih menghadapi tantangan kelistrikan.

“Ini bukan sekadar membangun infrastruktur, ini soal membuka pintu ekonomi produktif di desa-desa. Banyak wilayah Aceh yang sangat membutuhkan perhatian seperti ini,” jelasnya.

Investasi, Lapangan Kerja, dan UMKM

Lebih lanjut, Irsan menyampaikan optimisme terhadap kesiapan PLN bersinergi dengan sektor swasta. Kolaborasi ini, menurutnya, sangat penting untuk mempercepat pembangunan dan membuka jutaan lapangan kerja baru.

“Kita bicara potensi serapan tenaga kerja hingga 1,7 juta orang. Ini bukan angka kecil, ini solusi nyata bagi masalah ketimpangan antara pencari dan penyedia kerja,” ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran listrik yang merata akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan UMKM, pertanian berbasis teknologi, dan aktivitas ekonomi lokal lainnya.

Irsan turut mengapresiasi kebijakan diskon 50 persen tarif listrik pada Juni–Juli 2025 yang diberikan kepada masyarakat menengah ke bawah. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah yang tepat sasaran.

“Di tengah tekanan ekonomi global, insentif seperti ini menjadi angin segar. Ini bukti bahwa negara hadir dan peduli,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Irsan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal distribusi energi yang adil ke seluruh pelosok Aceh, termasuk wilayah-wilayah terpencil yang selama ini belum tersentuh listrik secara optimal.

Comments are closed.