Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

DPU Banyumas Rehabilitasi Lima Daerah Irigasi Strategis untuk Dukung Ketahanan Pangan

BERITA ADVETORIAL

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam memperkuat ketahanan pangan semakin nyata. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), lima titik jaringan daerah irigasi strategis akan segera direhabilitasi. Program ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan petani.

Adapun lima daerah irigasi yang menjadi prioritas perbaikan tersebar di Kecamatan Tambak, Kemranjen, dan Banyumas. Masing-masing adalah Derah Irigasi Besuki, Kedungbancet, dan Kecepak III di Kecamatan Tambak, Irigasi Petarangan II di Kecamatan Kemranjen, serta Daerah Irigasi Sagati di Kecamatan Banyumas.

Kepala DPU Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, ST, M.Si, menegaskan bahwa irigasi yang sehat adalah kunci utama keberhasilan sektor pertanian. “Banyak dari daerah irigasi ini mengalami kerusakan akibat usia bangunan maupun dampak bencana seperti longsor. Maka, perbaikan menjadi sangat penting agar air bisa mengalir dengan baik ke lahan-lahan pertanian,” jelasnya, Senin (21/4/2025).

Kabupaten Banyumas sendiri memiliki 573 daerah irigasi yang menopang lebih dari 23.000 hektare lahan pertanian. Sayangnya, sekitar 25 hingga 30 persen dari jaringan tersebut mengalami kerusakan yang membuat aliran air tidak optimal.

“Selama ini kita fokus pada pemeliharaan dan rehabilitasi, bukan pembangunan irigasi baru. Karena keterbatasan anggaran, kita harus selektif, dan lima daerah irigasi ini masuk kategori prioritas karena tingkat kerusakan tinggi dan cakupan manfaatnya luas,” tambah Kresnawan.

Caption Foto : Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo ST.MSi. (Foto : Hermiana).

 

Menariknya, proses rehabilitasi ini tidak hanya melibatkan kontraktor dan konsultan teknik, tapi juga para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) serta pemerintah kecamatan. Hal ini menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi hasil yang optimal.

“Dari hasil sosialisasi dan koordinasi, disepakati pengeringan dilakukan 3/4, yaitu 3 hari air mengalir dan 4 hari pengeringan untuk rehabilitasi daerah irigasi. Sehingga petani tetap bisa mengerjakan lahan dan perbaikan irigasi juga bisa berjalan. Saat air mengalir, pihak kontraktor bisa mengerjakan hal lain seperti droping material dan lainnya, ketika pengeringanan selama 3 hari, baru dikerjakan perbaikan bagian bawah irigasi, begitu seterusnya sampai rehabilitasi selesai,” terangnya.

Rehabilitasi Daerah Irigasi, Investasi untuk Masa Depan Pertanian

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Irigasi DPU Banyumas, Hery Jatmiko, ST, menambahkan bahwa tahun ini pihaknya mengajukan 12 paket rehabilitasi daerah irigasi, namun baru 5 paket yang disetujui untuk direalisasikan.

Ia mencontohkan Daerah Irigasi Petarangan II di Kecamatan Kemranjen yang mengalami kerusakan pada sejumlah pintu air, sehingga pembagian air ke sawah menjadi tidak merata.

““Konsep rehabilitasi adalah mengalirkan air dari bendungan atau sungai ke wilayah bawah, sehingga jika ada kebocoran, air tidak bisa sampai diterima wilayah paling hilir dengan optimal, atau bahkan tidak sampai sama sekali,” tuturnya.

Hery Jatmiko menjelaskan, masing-masing daerah irigasi yang dilakukan rehabilitasi mengampu 30 hektar area persawahan. Sehingga keberadaannya sangat vital bagi petani.

Langkah DPU Banyumas ini menjadi bukti nyata bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada benih dan pupuk, tapi juga pada infrastruktur pendukung seperti irigasi. Dengan air yang mengalir lancar hingga ke sawah-sawah petani, ketahanan pangan lokal pun bisa terjaga dan semakin kuat.

Comments are closed.