Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

TKW Asal Banyumas Meninggal di Peru, Dua Minggu Jenazah Belum Dipulangkan Karena Terkendala Biaya

METROJATENG.COM, BANYUMAS – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Yetti Purwaningsih, yang bekerja di Peru, dilaporkan meninggal dunia sekitar dua minggu lalu. Meski pihak keluarga sudah berusaha menghubungi berbagai instansi terkait, jenazahnya hingga kini belum bisa dipulangkan ke Indonesia.

Adik almarhumah, Mursito, mengungkapkan bahwa ia menerima kabar duka melalui aplikasi WhatsApp pada 28 Februari 2025 dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru. Menurut informasi yang diterima, Yetti ditemukan meninggal pada 22 Februari 2025, namun berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian Peru, kemungkinan ia telah meninggal lima hari sebelumnya.

“Berita duka itu kami terima lewat WhatsApp dari KBRI. Kakak saya meninggal pada tanggal 22, tapi polisi memperkirakan meninggal lebih lama,” jelas Mursito.

Setelah menerima kabar tersebut, keluarga Yetti langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia serta mengirim surat ke KBRI di Peru. Selain itu, mereka juga mengunjungi Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia di Jakarta untuk mendapatkan solusi. Mereka berharap dapat bantuan untuk mengatasi masalah biaya pemulangan jenazah.

Namun, kendala utama yang dihadapi keluarga adalah biaya yang sangat tinggi. Mursito mengatakan bahwa almarhumah memiliki tabungan sebesar 23.000 sol Peru (sekitar Rp 102 juta). Namun, biaya untuk membawa jenazah ke Indonesia diperkirakan mencapai Rp 248 juta, jauh lebih besar dari yang dimiliki keluarga.

“Semua dokumen sudah lengkap. Akta kematian sudah ada. Masalahnya hanya biaya. Kami mohon kepada pemerintah untuk membantu biaya pemulangan, walaupun tidak semuanya, cukup menutup kekurangannya,” ujarnya dengan harap.

Mursito menceritakan bahwa adiknya itu masih sempat berkomunikasi dengan keluarga Indonesia sebelum meninggal. Terakhir kali, pada 31 Januari 2025, ia sempat melakukan video call dan mengeluhkan sakit tenggorokan. Namun, setelah itu mereka tidak bisa lagi menghubunginya.

“Dia sempat bilang ingin pulang. Seperti pesan terakhir, tapi kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” kenang Mursito.

Hingga kini, keluarga Yetti masih menunggu kabar dari pemerintah dan berharap ada solusi agar jenazah bisa segera dipulangkan dan dimakamkan di tanah kelahirannya di Banyumas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banyumas, Wahyu Dewanto, menyatakan pihaknya telah berupaya membantu lobi pemulangan jenazah. Namun, anggaran daerah tidak mencakup biaya pemulangan warga yang meninggal di luar negeri.

Comments are closed.