Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Polisi Penembak Pelajar di Semarang Dipecat dan Jadi Tersangka

METROJATENG.COM, SEMARANG – Oknum polisi yang menembak pelajar di Semarang resmi dipecat dan statusnya menjadi tersangka. Pemecatan tersebut melalui sidang Kode Etik Profesi Polri (KKEP) yang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengatakan, dalam sidang yang digelar Senin (9/12/2024), anggota yang menewaskan seorang pelajar, Aipda R, anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang resmi dberhentikan dengan tidak hormat.

“Sidang KKEP memutuskan Aipda R dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Perbuatan tersebut dinyatakan sebagai perbuatan tercela karena telah melakukan penembakan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia,” ungkapnya.

Sidang dipimpin oleh Ketua Komisi KKEP, AKBP Edhie Sulistyo, dan turut dihadiri oleh perwakilan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), keluarga korban, serta kuasa hukum korban.

Lebih lanjut, Kombes Pol Artanto menambahkan bahwa untuk proses pidana, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng telah menggelar perkara dan status Aipda R telah dinaikkan menjadi tersangka dalam kasus pidana tersebut.

Perwakilan Kompolnas, Chaerul Anam menyampaikan, bahwa Majelis Kode Etik menjatuhkan tiga putusan terhadap Aipda R, yaitu menyatakan bahwa perbuatan tercela, penempatan di tempat khusus selama 14 hari, dan pemberhentian tidak dengan Hormat (PTDH).

“ Ini merupakan harapan semua pihak, selain sanksi etik, proses hukum pidana terhadap pelaku juga berjalan dengan baik. Aipda R telah resmi menjadi tersangka,” terang Chaerul Anam.

Ia menekankan bahwa kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa setiap anggota Polri yang melanggar hukum, baik etik maupun pidana, harus ditindak tegas sesuai prosedur.

“ Kalau melanggar etik, hukumannya PTDH. Jika melanggar pidana, maka ia akan menjalani proses hukum seperti masyarakat lainnya. Kami mengapresiasi putusan ini,” pungkasnya.

Comments are closed.