Ini Inovasi BPBD Banyumas Untuk Pulihkan Kondisi Wilayah dan Masyarakat Pascabencana
METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas terus berinovasi dalam berbagai bidang penanganan bencana, termasuk juga dalam rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana. Guna membangkitkan perekonomian warga terdampak, sekaligus juga mitigasi bencana longsor, BPBD Banyumas mengajak masyarakat untuk membuat Kebun Bibit Rakyat (KBR) serta budidaya lebah madu.
Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Banyumas, Anwar Burhani S.T mengatakan, salah satu upaya yang harus dilakukan pascabencana adalah pemulihan kondisi masyarakat terdampak, agar dapat beraktivitas kembali, sekaligus juga membangkitkan kembali kehidupan sosial ekonomi.
“Pascabencana kondisi wilayah dan masyarakat harus aman, lebih baik dan berkelanjutan. Hal inilah yang menjadi dasar kita untuk melakukan berbagai upaya atau inovasi, agar kondisi masyarakat cepat pulih”, jelasnya kepada Metrojateng.com, Sabtu (26/10/2024).
Sebagaimana diketahui, akhir Tahun 2023 lalu, Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas terkena bencana longsor cukup parah. Satu warga meninggal dunia, ada rumah yang terbawa longsor dan akses jalan juga terputus akibat tertimbun longsor.
Upaya pemulihan dilakukan, melalui program Kebun Bibit Rayat dengan pendampingan dari BPBD serta Balai Pengelolaan DAS Serayu Opak Progo Yogyakarta, di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Melalui program KBR, sebanyak 35.000 bibit pohon akasia dan 5.000 bibit tanaman alpukat telah disemai.
“Penyemaian benih ini dilakukan di green house sederhana, dari benih hingga media tanam dan pupuk, kita bantu, termasuk juga pendampingannya. Sejak awal masyarakat kita libatkan, supaya tumbuh rasa memiliki, sehingga dalam perawatan tanaman lebih maksimal”, terang Anwar.

Budidaya Lebah Madu
Selain KBR, upaya pemulihan pascabencana di Desa Klinting juga dilengkapi dengan program budidaya lebah madu. Program yang bertujuan untuk memajukan perekonomian warga ini, dilakukan BPBD Banyumas dengan menggandeng Baznas dan pihak Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
“Kita melakukan kerjasama pentahelix, dengan melibatkan Baznas untuk bantuan peralatan dan pihak Unsoed untuk memberikan pelatihan kepada para petani”, kata Anwar.
Rehabilitasi yang dilakukan BPBD Banyumas pascabencana di Desa Klinting, mengikuti apa yang dibutuhkan masyarakat terdampak. Sistem vegetasi dan budidaya lebah madu, merupakan symbiosis mutualisme yang dilakukan untuk konservasi alam, sekaligus juga pemulihan ekonomi masyarakat. Kolaborasi ini berbasis partisipasi masyarakat, sehingga diharapkan ke depan, dari sisi lingkungan, Desa Klinting lebih tangguh terhadap bencana longsor, karena banyaknya tanaman akasia yang ditanam dan secara ekonomi, masyarakat juga lebih sejahtera karena menuai hasil panen madu, panen alpukat dan juga kayu akasia.
“Tanaman akasia bisa dipanen, tetapi dengan tetap memperhitungkan kondisi lingkungan, karena tujuan kita juga untuk memperkuat kondisi tanah di desa tersebut”, pesan Anwar. (ADV)
Comments are closed.