Realisasi Penukaran Uang Rupiah Baru Tahap I di Jawa Tengah Capai 11 Ribu Paket
Antusias Warga Meningkat, BI Tambah Titik Penukaran Di BSB Semarang
METROJATENG.COM, SEMARANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah mencatat realisasi penukaran uang rupiah kepada masyarakat selama Ramadan 2026 mencapai atau tahap I, sekitar 11 ribu paket, dengan estimasi nilai penukaran kurang lebih Rp58 miliar. Jumlah ini akan terus bertambah, karena masih ada layanan penukaran tahap 2.
Layanan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar serta menjaga kelancaran sistem pembayaran menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Nur Nugroho, menyampaikan, layanan penukaran uang rupiah tahun ini diselenggarakan bekerja sama dengan perbankan, dengan peningkatan nilai paket dan kuota penukaran dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pada Ramadan 2026, masyarakat dapat menukarkan uang hingga Rp5,3 juta per paket, meningkat dari tahun lalu sekitar Rp4,3 juta. Paket penukaran terdiri dari pecahan Rp1.000 hingga Rp50.000, sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat Idulfitri,” ujar Nur Nugroho.
Ditambahkan layanan penukaran uang rupiah selama Ramadan 2026 dilaksanakan dalam dua tahap.
Tahap pertama diawali dengan pemesanan melalui aplikasi Pintar pada 13 Februari 2026, dengan realisasi penukaran pada 18–27 Februari 2026. Layanan tahap ini dilaksanakan di 17 masjid dan 57 kantor cabang bank di wilayah Jawa Tengah, mencakup area kerja Bank Indonesia Semarang, Solo, Tegal, dan Purwokerto.
Tahap kedua dibuka mulai 24 Februari 2026 dengan kuota yang lebih besar. Realisasi penukaran tahap dua dilaksanakan pada 2–13 Maret 2026 dan hingga saat ini telah mencapai sekitar 10.200 paket. Layanan tahap kedua tersebar di masjid, 200 kantor bank dan kantor cabang pembantu, delapan lokasi layanan terpadu, serta titik penukaran tambahan yang akan dibuka di Pasar Modern BSB, Kota Semarang.
Perluasan Titik Layanan
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, menjelaskan, perluasan titik penukaran, termasuk di kawasan BSB, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kepada masyarakat.
“Penambahan lokasi penukaran di kawasan BSB bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat di wilayah permukiman dan pusat aktivitas ekonomi baru, sekaligus mengurangi kepadatan antrean di lokasi penukaran lainnya,” ujar Andi Reina Sari.
Bank Indonesia menegaskan, masyarakat yang ingin menukarkan uang rupiah wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi Pintar. Bukti pemesanan dan identitas diri harus ditunjukkan saat penukaran untuk dilakukan verifikasi.
Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk menukarkan uang rupiah hanya di titik penukaran resmi yang telah bekerja sama dengan Bank Indonesia guna menjamin keaslian uang, keamanan, dan kenyamanan transaksi.
Seiring dengan penyediaan uang tunai, Bank Indonesia terus mendorong penggunaan transaksi non-tunai, termasuk untuk pembagian THR, zakat, infak, dan sedekah, sebagai bagian dari penguatan sistem pembayaran nasional yang aman, efisien, dan inklusif.
“Melalui penyelenggaraan layanan penukaran uang rupiah selama Ramadan ini, Bank Indonesia berharap kebutuhan masyarakat terhadap uang layak edar dapat terpenuhi secara optimal serta mendukung stabilitas sistem pembayaran di Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya. (*)
Comments are closed.