Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Ini Closing Statemen Dari Tiga Capres

METROJATENG.COM, JAKARTA – Pada segmen terakhir debat capres kelima, masing-masing capres memberikan closing statemen. Dari capres Anies Baswedan yang lebih banyak berbicara tentang negara yang welas asih dan semangat perubahan, Prabowo Subianto yang banyak mengucapkan terima kasih dan semangat kekeluargaan serta Ganjar Prabowo yang lebih banyak mengungkap kriteria pemimpin yang harus dipilih rakyat.

Caprres nomor urut 1, Anies Baswedan menyatakan, ia bersama Muhaiman Iskandar berjuang untuk perubahan, dimana negara hadir di tengah rakyat dan menolak segara bentuk ketimpangan. Mewujudkan Indonesia yang cerdas, sejahtera, sehat dan ada kesetaraan bagi siapapun, baik laki-laki ataupun perempuan, kaya-miskin, desa-kota dan lainnya.

“Negara tidak berdagang dengan rakyat, negara tidak berpaling dari yang papa, tetapi negara merangkul rakyat, sebagaimana orang tua merangkul anak-anaknya dengan penuh cinta kasih”, ucapnya.

Sementara capres nomor urut 2, Prabowo Subianto mengawali closing statemen dengan permintaan maaf kepada paslon lainnya dan KPU, jika seandainya ada kata ataupun tindakan yang kurang tepat, terutama saat memasuki masa kampanye. Prabowo menyadari, semua paslon ingin berbuat yang terbaik untuk Indonesia.

“Saya menganggap Pak Anies, Pak Muhaimin, Pak Ganjar dan Pak Mahfud adalah saudara, semua berjuang karena cinta kepada Indonesia. Dan jika kami mendapatkan mandat dari rakyat, maka kami akan menjadi pemimpin untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk yang tidak memilih saya. Kami akan berjuang untuk seluruh rakyat Indonesia, menghilangkan kemiskinan, kurang gizi, menurunkan angka kematian ibu melahirkan, menghilangkan korupsi, berjuang untuk perdamaian Indonesia. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pemimpin negeri ini, mulai dari Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, SBY hingga Jokowi, mereka semua adalah putera terbaik bangsa”, tuturnya.

Tiga Janji

Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyatakan, ada 3 janji darinya, yaitu taat kepada Tuhan, patuh kepada hukum dan setia kepada rakyat. Ganjar memaparkan, rakyat sering dikecewakan oleh para pemimpinnya, mulai dari faskes yang yang tidak memadai, pendidikan, lapangan pekerjaan dan lainnya. Karenanya, ia pun berpesan untuk memberikan suara kepada calon yang konsisten, negawaran, reformis dan tidak punya persoalan.

“Lawan politik dinasti, yang dengan statemen terbuka menyataan menguasai sepertiga kekayaan negara, yang mementingkan kepentingan keluarga. Hari ini kampus berbicara, ingatkan trek demokrasi, jangan biarkan KKN kembali tumbuh subur. Lima tahun lalu saat menjadi tim Pak Jokowi, beliau mengingatkan untuk jangan memilih pemimpin yang otoriter, yang melanggar HAM, yang mempunyai rekam jejak korupsi dans aya setuju dengan semua kriteris pemimpin tersebut”, ungkap Ganjar.

Comments are closed.