Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Setya Ari Dorong Penguatan Ekonomi Syariah untuk Mendukung Pembangunan Inklusif di Jawa Tengah

METROJATENG.COM, PURWOKERTO – Penguatan ekonomi syariah dinilai dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Ari Nugraha, yang menilai bahwa perencanaan pembangunan daerah perlu memberi ruang lebih luas bagi penguatan ekonomi masyarakat.

Menurut Setya Ari, proses perencanaan pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah. Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi masyarakat dapat dihimpun untuk menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Ia menjelaskan, Musrenbang tidak hanya menjadi agenda formal tahunan pemerintah daerah, tetapi juga merupakan ruang partisipasi publik yang penting untuk memastikan bahwa pembangunan benar-benar berpihak pada masyarakat.

“Musrenbang harus mampu menghasilkan kebijakan pembangunan yang benar-benar berpihak pada masyarakat. Ekonomi yang kita bangun harus inklusif, memberi ruang bagi UMKM, masyarakat desa, kelompok rentan, hingga generasi muda untuk terlibat dan berkembang,” jelasnya, Minggu (8/3/2026).

Dalam konteks pembangunan daerah, Setya Ari menekankan bahwa pendekatan ekonomi inklusif perlu menjadi perhatian utama. Artinya, pertumbuhan ekonomi tidak hanya berfokus pada peningkatan angka-angka makro, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Melalui mekanisme Musrenbang yang berlangsung secara berjenjang, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga provinsi, berbagai kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi dan dijadikan landasan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Tengah.

“Perencanaan pembangunan daerah harus berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, usulan dari desa dan kecamatan harus menjadi fondasi dalam penyusunan RKPD agar program pembangunan benar-benar tepat sasaran,” tuturnya.

Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho. (Foto : Dok.Tim Setya Ari).

 

Ekonomi Syariah

Selain mendorong partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, Setya Ari juga menilai pentingnya memperkuat berbagai sektor ekonomi yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah ekonomi syariah.

Ekonomi syariah tidak hanya berkembang dalam sektor keuangan, tetapi juga mencakup berbagai aktivitas ekonomi lain seperti UMKM halal, industri makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, hingga sektor keuangan mikro berbasis syariah.

Menurut Setya Ari, nilai-nilai yang terkandung dalam ekonomi syariah sangat sejalan dengan prinsip pembangunan ekonomi yang inklusif. Sistem ekonomi ini menekankan pada keadilan, kemitraan, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Penguatan ekonomi syariah dapat menjadi salah satu jalan untuk mendorong ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Pengembangan ekonomi syariah di Jawa Tengah juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2025. Dalam dokumen tersebut, penguatan ekonomi daerah diarahkan pada pendekatan yang lebih inklusif dengan membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Setya Ari menilai bahwa pengembangan ekosistem ekonomi syariah dapat menjadi peluang strategis bagi daerah, terutama dalam mendukung pertumbuhan UMKM serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta partisipasi aktif masyarakat, ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang lebih merata.

“Dengan perencanaan pembangunan yang partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat, kita berharap pembangunan di Jawa Tengah benar-benar mampu menciptakan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Comments are closed.