Metro Jateng
Berita Jawa Tengah

Zulkifli Hasan: Koperasi Merah Putih Siap Diluncurkan Presiden, Desa Jadi Basis Kekuatan Ekonomi Baru

METROJATENG.COM, KLATEN – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa lebih dari 80.000 unit Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia telah memiliki badan hukum. Hal ini menandakan kesiapan koperasi rakyat ini untuk segera diluncurkan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 mendatang.

“Dalam sepekan ini, seluruh koperasi Merah Putih sudah berbadan hukum. Maka sudah saatnya diluncurkan resmi oleh Presiden. Koperasi ini harus kita dukung bersama, terutama oleh BUMN, karena butuh waktu 2–3 tahun untuk berkembang menjadi kekuatan ekonomi desa,” ujar Zulhas saat meninjau langsung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bentangan di Klaten, Minggu (13/7/2025).

Zulkifli Hasan menambahkan, koperasi Merah Putih bukan sekadar lembaga ekonomi, tapi menjadi pondasi kedaulatan pangan dan kemandirian desa. “Kita perlu dorongan dari semua pihak agar dalam 2–3 tahun, model koperasi ini benar-benar matang dan berdampak,” tuturnya.

Salah satu koperasi yang menjadi pelopor adalah KDMP Bentangan, yang berada di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Meski peluncuran nasional masih beberapa hari lagi, koperasi ini sudah aktif melayani masyarakat dan mengembangkan potensi desa.

Sekretaris KDMP Bentangan, Hari Wibawa, menjelaskan bahwa koperasi berdiri berdasarkan musyawarah desa pada 25 Mei 2025. Tak butuh waktu lama, koperasi ini mendapat pengesahan badan hukum dari Kemenkumham pada 3 Juni 2025.

“Ini koperasi dari warga, oleh warga, untuk warga. Kami ingin seluruh penduduk ikut aktif. Saat ini sudah ada 1.100 anggota dari sekitar 2.400 warga,” katanya.

KDMP Bentangan beroperasi di Jalan Pakis-Daleman KM4 dan memiliki enam gerai: mulai dari pupuk dan sarana pertanian, kantor pos/logistik, sembako, simpan pinjam, klinik desa, hingga apotek. Koperasi juga memiliki satu gudang besar dan satu unit truk sebagai kendaraan operasional.

Dengan 60 persen warga bekerja di sektor pertanian, koperasi ini ditargetkan menjadi pusat aktivitas ekonomi desa. “Petani bisa ambil bibit dan pupuk di koperasi, dan saat panen, koperasi siap menyerap gabah. Keuntungannya akan kembali ke anggota,” jelas Hari.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa seluruh 8.523 koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di Jateng telah memiliki badan hukum. “Dengan koperasi ini, bahan pokok bisa dijangkau langsung dari desa. Ada sembako, gas, pupuk, bahkan apotek. Ini membuat desa mandiri dan berdaya,” katanya.

Comments are closed.